Friday, July 20, 2018
Beranda > Dunia Islam > Aktivis HAM Kirgizstan Kritik Larangan Jilbab di Sekolah

Aktivis HAM Kirgizstan Kritik Larangan Jilbab di Sekolah

Demo pro-jilbab. Ilustrasi.*

Aktivis hak asasi manusia (HAM) Kirgizstan mengeritik larangan jilbab di sekolah-sekolah yang secara resmi diberlakukan Departemen Pendidikan negara bekas anggota Uni Soviet di Asia Tengah itu.

“Jilbab tidak menimbulkan ancaman bagi keamanan nasional. Mereka (Muslimah pemakai jilbab) tidak melanggar ketertiban umum dan tidak mengancam kesehatan dan moral orang lain,” kata Dewan Hak Asasi Manusia Kyrgyzstan dalam sebuah pernyataan yang diperoleh oleh Interfax.

“Konstitusi menjamin kebebasan beragama dan hak-hak dan kebebasan hanya dapat dibatasi oleh hukum untuk melindungi nilai-nilai demokratis, seperti keamanan nasional, ketertiban umum, perlindungan kesehatan, dan perlindungan moral,” kata pernyataan itu.

Para aktivis HAM juga menyerukan kepada Departemen Pendidikan Kirgistan untuk “memberikan penjelasan kepada semua sekolah menengah tentang hak pendidikan dan tidak dapat diterimanya diskriminasi siswa berdasarkan agama dan indikator lainnya.”

Ketika tahun ajaran dimulai, banyak sekolah melarang siswinya mengenakan jilbab. Mereka yang tetap berjilbab dikeluarkan dari kelas.

Aksi protes yang menyerukan Kementerian Pendidikan membolehkan jilbab di sekolah-sekolah diadakan di Bishkek pekan lalu. Namun, Menteri Pendidikan Kanat Sadykov mengatakan, ia tidak menemukan masalah apa pun soal larangan jilbab di sekolah. (Mel/Abna.ir).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *