Sunday, November 19, 2017
Beranda > Dunia Islam > Bahasa Isyarat Satukan Jamaah Haji Mancanegara

Bahasa Isyarat Satukan Jamaah Haji Mancanegara

Mengatasi kendala bahasa, jutaan peziarah asing (jamaah haji) yang datang setiap tahun ke tanah suci untuk menjalankan ibadah haji mengembangkan “alat komunikasi khusus” berupa bahasa isyarat, seperti mengangguk, tersenyum, gerakan tangan, dan bahkan gambar.

“Kami menyebut alat khusus komunikasi ini dengan ‘bahasa Haram’  (Masjid Haram Makkah),” kata Ali Abdullah, seorang penjaga toko asal Sudan yang tinggal di Makkah. “Saya berurusan dengan jamaah dari Asia menggunakan bahasa isyarat,” katanya.

“Saya bisa menangani lebih baik jamaah haji asal Nigeria dan Afrika lainnya yang biasanya bisa berbahasa Inggris, tapi jamaah Asia memiliki bahasa mereka sendiri yang saya tidak bisa mengerti,” imbuhnya.

Bekerja di Makkah selama lima tahun terakhir, Abdullah mencoba untuk meningkatkan keterampilan komunikasi untuk berurusan dengan pelanggannya. Kadang-kadang ia menggunakan pena dan kertas.

“Kami bergantung pada bahasa tubuh dan tanda-tanda, bahkan pada gambar dalam beberapa kasus,” kata Abdullah.

Lain halnya dengan kasus Rasheed Ali, dari Burma. “Saya bisa berbicara dalam 10 bahasa,” katanya. “Saya belajar dari mereka semua bekerja di sini selama 17 tahun,” imbuhnya bangga.

Majed al-Qulaisi, seorang pedagang Saudi, juga berhasil belajar bahasa Turki, Malaysia, dan beberapa bahasa Rusia selama dua sampai tiga tahun.  Tapi dengan jamaah Afrika, ia masih berkomunikasi dengan menggunakan bahasa isyarat.

“Kadang-kadang mereka tidak mengerti apa yang saya katakan. Bisa saja saya mengatakan sesuatu yang justru membuat seorang jamaah haji menafsirkannya sebagai penghinaan dan pergi dari toko saya. ”

Beberapa jamaah haji juga mencoba untuk mempelajari beberapa bahasa Arab. “Saya telah belajar beberapa kata Arab untuk membantu saya berkomunikasi dengan orang-orang di sini. Saya sudah busa mengatakan ‘syukran’ yang berarti terima kasih dan ‘shabr’ yang berarti sabar, ” kata seorang jamaah haji Amerika asal Nigeria.

Pemerintah Saudi juga berusaha untuk membuat lebih mudah bagi jamaah haji, telah mengambil beberapa langkah untuk membantu mengatasi tantangan linguistik. Pejabat dari kementerian haji Saudi banyak yang mampu memberikan petunjuk dan nasihat dalam berbagai bahasa.

Pemerintah Saudi juga juga telah mengatur jutaan buku, film, mushaf Al-Quran, dan kaset dalam berbagai bahasa yang akan dibagikan kepada jamaah haji.

Outlet media menyediakan informasi dalam 32 bahasa yang berbeda. Sebuah hotline, layanan manasik, juga telah dibentuk untuk menanggapi pertanyaan-pertanyaan dari para peziarah dalam bahasa Arab, Inggris, Perancis, Urdu, Indonesia, Turki, Bengali, dan Hausa.

Pemerintah Saudi juga telah meluncurkan aplikasi telepon yang memberikan penjelasan sederhana tentang ritual haji dalam empat bahasa –Inggris, Arab, Indonesia, dan Urdu. (Mel/Onislam.net/localhost/project/personal/ddhongkong.org/ddhongkong.org).*

DDHK News

DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *