Sunday, November 19, 2017
Beranda > Indonesia > BNP2TKI Dukung Penempatan TKI Suami-Istri

BNP2TKI Dukung Penempatan TKI Suami-Istri

BNP2TKIPenempatan TKI pasangan suami istri pada majikan yang sama di luar negeri merupakan upaya ideal. Pasalnya, hal inidapat meminimalisasi permasalahan khususnya TKI yang bekerja pada sektor Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT).

“Saya mendukung adanya pemikiran maupun kesimpulan berupa rekomendasi terkait penempatan TKI suami istri, sebagaimana disampaikan oleh Kustini dalam disertasi doktornya,” ujar Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat kepada wartawan di Auditorium Juwono Sudarsono Kampus Universitas Indonesia, Depok, Rabu (16/1).

Jumhur menyampaikan hal itu seusai mengikuti acara promosi doktor Kustini dengan disertasi berjudul, “Strategi Pengasuhan Anak Pada Keluarga Buruh Migran Perempuan Sukabumi.” Kustini adalah Kepala Bidang Litbang Aliran dan Pelayanan Keagamaan pada Puslitbang Kementerian Agama.

Dalam desertasinya itu Kustini meneliti 13 keluarga TKI Perempuan di Desa Sukawangi, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang menjadi TKI PLRT di Mekah dan Jeddah, Arab Saudi.

Menurut Kustini, upaya pengasuhan anak TKI yang orangtuanya bekerja di luar negeri jelas memerlukan strategi bersama dari komunitas keluarga masing-masing TKI.

Sementara itu, TKI Perempuan di Desa Sukawangi beberapa di antaranya juga memilikii strategi serupa dengan menyiapkan keberangkatan diikuti suami sebagai TKI, sehingga anak-anak mereka tetap berada dalam pengasuhan keluarga besarnya yakni kakek-neneknya atau kerabat terdekat lain.

Untuk para TKI Desa Sukawangi yang tidak bersama suami maka pengasuhan anak diserahkan kepada suaminya. Kustini juga menemukan para TKI dan keluarganya di Desa Sukawangi itu seringkali melakukan komunikasi pertelepon atau lewat pesan singkat (SMS) dengan keluarganya yang bekerja di luar negeri.

Sedangkan untuk menghindari terjadinya masalah TKI perempuan selama bekerja di luar negeri, Kustini memberikan rekomendasi dua hal, yaitu TKI perempuan tidak punya anak atau masih gadis bisa berangkat sendiri dan bagi TKI pasangan suami istri diperbolehkan pergi bekerja ke luar negeri pada pengguna yang sama.

“Dua rekomendasi ini saya sampaikan kepada pemerintah, dalam hal ini Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta BNP2TKI,” jelas Kustini.

Ia menambahkan, rekomendasi ini perlu dikuatkan dalam peraturan atau UU, agar penempatan TKI ke depan lebih selektif dan bermartabat selain tidak mengabaikan faktor kualitas TKI.

Pada bagian lain, Jumhur menyatakan rekomendasi dari Kustini tersebut bagian dari suara rakyat, karenanya pemerintah perlu mengapresiasi keinginan rakyat yang ditekankan oleh penelitian Kustini.

Jumhur mengaku, siapa pun termasuk pemerintah tidak bisa melarang warganya untuk menjadi TKI di luar negeri. Apalagi, bekerja merupakan hak setiap orang yang dilindungi UU.

Penempatan TKI pasangan suami istri, sebut Jumhur, sudah umum terjadi di sejumlah negara tujuan kawasan Timur Tengah, lebih lagi pada TKI sektor informal PLRT dengan didampingi para suami yang bekerja sebagai supir pribadi, penjaga kebun rumah majikan, atau bertugas memelihara keamanan tempat penyimpanan barang (gudang) yang dimiliki keluarga majikan. (pikiran-rakyat.com).*

DDHK News

DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *