Thursday, August 16, 2018
Beranda > Dunia Islam > Caleb Carter, Masuk Islam Setelah Tragedi 9 /11

Caleb Carter, Masuk Islam Setelah Tragedi 9 /11

Bagi Caleb Carter, jalan untuk menjadi seorang Muslim membutuhkan waktu bertahun-tahun. Tanggal 11 September 2001, saat terjadi serangan teroris terhadap menara kembar WTC New York, merupakan titik baliknya –khususnya reaksi bermusuhan guru SMA-nya terhadap Islam hari itu.

“Saya siswa SMA saat itu, mengambil kelas yang disebut Studi Dunia Non-Barat (Nonwestern World Studies),” kata Carter yang kini tinggal di pinggiran Detroit Dearborn, Michigan, wilayah dengan komunitas Muslim terbesar di Amerika.

“Bagi dia (gurunya), itulah (terorisme) yang Islam ajarkan. Dia mengatakan kita tidak perlu kaget. Dia menyamakan Islam dengan terorisme,” kenang Carter.

Carter, kini berusis 26, mengatakan, ia tidak sependapat gurunya. Ia pun tidak “cukup berpendidikan” untuk menilai kasus itu dengan cara baik. Ia yang kedua orangtuanya beragama Kristen ini pun tertarik mempelajari Islam dan agama lainnya, hingga akhirnya ia memutuskan masuk Islam tahun 2006.

Carter adalah satu warga Amerika yang masuk Islam setelah serangan teror 9/11. Alih-alih membenci Islam,  banyak warga Amerika dan warga negara lainnya jusru penasaran, lalu mempelajari Islam, dan menjadi Muslim. Mereka percaya, Islam tidak mengajarkan terorisme.

Setiap orang Amerika yang masuk Islam sejak 9/11 memiliki cerita yang berbeda –cerita penerimaan atau penolakan, takut atau curiga tentang keyakinan baru mereka. Beberapa orang yang berbicara kepada The Associated Press menjelang perayaan 10 tahun 9 /11 menemukan kepuasan pribadi mereka serta dukungan dari keluarga dan teman-teman telah melebihi tantangan.

Carter mengatakan, ia tidak secara pribadi berhadapan dengan kritik atau tantangan. Namun dia mengaku merasa terganggu oleh yang komentar meremehkan yang dibuat oleh anggota parlemen dan kandidat politik, serta kritikus yang “terang-terangan salah mengutip dan mengambil hal-hal di luar konteks ” Al-Qur’an –seperti gurunya itu satu dekade lalu saat ia duduk di bangku SMA.

Tiga tahun lalu Carter menikah dengan seorang wanita Muslim keturunan Irak, Abrar Muhammad. Caleb Carter mengatakan, pada awalnya orangtuanya khawatir tentang kemuslimannya. Orangtuanya khawatir ia menjadi Muslim yang sering diberitakan media massa. “Mereka bertanya-tanya, berhati-hati, tapi sangat menerima,” katanya. (Mel/ deseretnews.com/ddhongkong.org).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *