Thursday, November 15, 2018
Beranda > Featured > Da’i Cordofa: Dakwah Azzam di Negeri Jiran

Da’i Cordofa: Dakwah Azzam di Negeri Jiran

dakwah azzam di malaysiaDDHK News – Kuala Lumpur — Sedikitnya lapangan pekerjaan di tanah air dan rendahnya jenjang pendidikan memaksa segelintir warga Indonesia untuk memilih bekerja di luar negeri. Tak jarang pekerjaan kasar pun terpaksa mereka pilih, menjadi buruh bangunan, pembantu rumah tangga atau pekerjaan kasar lainnya dirasa pilihan tepat untuk menghidupi keluarga. Banyak di antara mereka yang masuk ke negara tujuan tanpa dokumen resmi. Menghindar dari petugas imigrasi negara tujuan menjadi langkah awal untuk menggapai harapan.

“Pekerjaan itu mereka lakukan dengan upah di bawah standar yang ada di Malaysia. Mereka pun harus bekerja sembunyi-sembunyi dari petugas imigrasi,” kata Azzam At-Tsauri, Dai Ambassador Corps Da’i Dompet Dhuafa (Cordofa) yang kini berdakwah di negeri Jiran, Malaysia.

Bukan tak mendapatkan masalah mereka hidup secara ilegal di negeri orang. Hampir setiap waktu mereka seperti dikejar-kejar petugas imigrasi setempat. Selama berbulan-bulan bekerja, mereka kerap tak mendapatkan upah.

Menurut Azzam seringkali kontraktor bekerja sama dengan polisi imigrasi untuk menggeledah bedeng-bedeng TKI di tempat bangunan untuk merazia izin visa mereka. “Karena mereka ilegal, akhirnya mereka sampai kabur bersembunyi di hutan agar tidak ditangkap polisi imigrasi,” terang Azzam.

Dakwah Azzam menembus batas ruang kenyamanan. Ia blusukan hingga ke pinggiran Negeri Jiran demi mendengar masalah para TKI ilegal. “Tak hanya mendengar, kami juga berkonsultasi dan berdiskusi dengan beberapa warga Indonesia di Malaysia yang sudah menetap lama untuk mencari solusi,” ucapnya.

Cara yang Azzam lakukan untuk berdakwah cukup unik. “Saya melakukan pendekatan ifthar jamai, karena saat ifthar jamai lah saatnya para TKI ilegal bisa makan enak,” jelasnya.

Jamaah Azzam tak hanya para TKI ilegal. Ia juga berdakwah di komunitas ekspatriat dengan menggunakan pendekatan kajian Subuh. “Mereka sudah harus beraktivitas pukul 07.00, sementara Subuh di Malaysia baru selesai pukul 06.15. Di sela-sela waktu itu saya berdakwah,” papar Azzam.

Meskipun di tengah-tengah kesibukkan mencari nafkah di negeri orang, para TKI menunjukkan sikap yang baik untuk bersama-sama mencari ilmu dalam dakwah yang dijalani Azzam. “Alhamdulillah antusiasme mereka sangat baik, apalagi ditambah dengan acara buka puasa bersama,” imbuh Azzam.
(nasional.inilah.com/metrotvnews.com)

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *