Sunday, April 22, 2018
Beranda > Dunia Islam > Diperlakukan Diskriminatif, Muslimah Amerika Gugat AT&T dan Menang

Diperlakukan Diskriminatif, Muslimah Amerika Gugat AT&T dan Menang

susann-bashirSeorang mualaf perempuan warga Kansas City, Amerika Serikat, memenangkan gugatan sebesar US$5 juta melawan raksasa komunikasi AS, AT&T. Susann Bashir, Muslimah berusia 41 tahun, menggugat AT&T unit Southwestern Bell karena telah berlaku ofensif dan diskriminatif sejak ia masuk Islam tahun 2005.

Perlakuan diskriminatif dan ofensif diterima Susann dari para supervisi Southwestern Bell. Padahal, ia telah bekerja sebagai teknisi jaringan di perusahaan tersebut selama enam tahun.

Namun, sejak Susann masuk Islam dan mulai mengenakan hijab, ia disebut “teroris” oleh para manajer dan rekan-rekan kerjanya. “Mereka mengatakan Susann akan masuk neraka,” kata pengacaranya, Amy Coopman.

Bahkan, seorang manajer berulang kali memerintahkan Susann agar melepas jilbabnya, menghina, dan melecehkannya. Tak hanya itu, sang manajer juga pernah merenggut tubuh Susann dan mencoba merobek jilbab yang ia kenakan.

Susann mengajukan komplain ke bagian HRD (SDM), lalu menggugat secara resmi ke pengadilan. Ia menggugat perusahaan telah melanggar aturan tentang kesempatan dan kesetaraan kerja. Susann kemudian dipecat pada 2010.

Setelah beberapa hari proses persidangan berlangsung, juri di Jackson County Circuit Court memerintahkan AT&T untuk membayar ganti rugi sebesar 5 juta dolar AS.

Menanggapi putusan tersebut, Juru Bicara AT&T, Marty Richter, mengatakan akan mengajukan banding. “AT&T adalah perusahaan pelopor yang diakui secara nasional dalam hal keragaman tenaga kerja dan inklusivitas. Sesuatu yang kami banggakan. Kami tidak setuju dengan putusan tersebut dan akan banding,” ujarnya. (Reuters/Republika).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *