Sunday, November 19, 2017
Beranda > Dunia Islam > FIFA Pertimbangkan Cabut Larangan Jilbab

FIFA Pertimbangkan Cabut Larangan Jilbab

Badan sepakbola dunia, FIFA, akan meninjau ulang larangan mengenakan jilbab bagi pesekabola wanita Islam (Muslimah). “Saya sangat senang, komite eksekutif AFC (konfederasi sepakbola Asia) menyetujui untuk meninjau Aturan Permainan yang memungkinkan pesepakbola Muslimah mengenakan jilbab yang aman,” kata Wakil Presiden FIFA, Pangeran Ali Bin Al Hussein dari Yordania, dalam sebuah pernyataan. “Ini merupakan langkah penting ke depan.”

Peninjauan terhadap larangan jilbab akan dilakukan selama pertemuan Komite Eksekutif FIFA di Tokyo bulan depan. Langkah ini atas permintaan komite perempuan Asian Football Confederation (AFC) untuk mempertimbangkan kembali larangan tersebut.

Dewan Asosiasi Sepakbola Internasional (IFAB), para pembuat aturan permainan, adalah satu-satunya badan yang dapat mengubah aturan berpakaian tim sepak bola. Aturan FIFA melarang pemakaian jilbab di lapangan.

Pada April 2010, FIFA mengumumkan rencana untuk melarang jilbab dan acara berpakaian keagamaan lainnya selama Olimpiade 2012. Juni lalu, FIFA memutuskan pakaian tim sepak bola wanita Iran yang mengenakan jilbab melanggar aturan. Tim Iran pun gagal berlaga di Olimpiade.

Berdasarkan aturan pemerintah Iran, semua wanita diwajibkan untuk menutupi aurat –kepala sampai kaki tubuh.

Wakil Presiden FIFA mengatakan, peninjauan larangan jilbab bertujuan menghilangkan hambatan untuk pemain wanita Islam. “Tujuan kami adalah untuk memastikan bahwa semua wanita bisa bermain sepak bola di semua tingkatan tanpa hambatan,” katanya. (Mel/OnIslam.net/ddhongkong.org).*

DDHK News

DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *