Saturday, September 23, 2017
Beranda > Indonesia > Gaji Minimum PRT di Malaysia 700 Ringgit, Libur Sehari dalam Sepekan

Gaji Minimum PRT di Malaysia 700 Ringgit, Libur Sehari dalam Sepekan

Juru bicara Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dita Indah Sari, mengatakan, telah ada upah minimum bagi TKI pembantu rumah tangga di Malaysia, yaitu sebesar 700 ringgit. Selain itu, TKI juga berhak libur sehari dalam sepekan dan parpor dipegang sendiri.

Menurutnya, hal itu disepakati antara pemerintah Indonesia dan Malaysia. “Gaji minimal adalah 700 ringgit per bulan,” kata Dita seperti dikutip BBC Indonesia. “Gaji akan ditransfer ke rekening bank.”

Selain itu, para pembantu rumah tangga akan mendapatkan satu hari libur per pekan, dan paspor tidak lagi dipegang majikan. “Ini semua kemajuan penting dalam upaya melindungi para pekerja rumah tangga Indonesia di Malaysia,” katanya.

Soal Malaysia yang belum meratifikasi konvensi ILO tentang perlindungan buruh migran, Dita mengatakan Indonesia juga belum mengambil langkah tersebut.

“Meski demikian, kita mencari instrumen-instrumen lain yang bisa dipakai untuk melindungi pekerja Indonesia,” tandas Dita.

Dita mengemukakan hal itu menanggapi desakan agar pemerintah tidak tergesa-gesa mencabut moratorium pengiriman TKI sektor PRT ke Malaysia. Koordinator Advokasi Nasional untuk Pekerja Rumah Tangga (Jala PRT) Lita Anggraini mengatakan, harus dipastikan terlebih dahulu ada instrumen hukum di Malaysia untuk melindungi pekerja Indonesia.

“Negara tujuan seperti Malaysia belum memiliki peraturan yang melindungi buruh migran, khususnya pekerja rumah tangga,” kata Lita. “Kalau belum ada perlindungan sementara perjanjian antara kedua negara lemah, maka sebaiknya jangan dicabut dulu,” tambahnya.

Lita menjelaskan, memang sudah ada nota kesepahaman (MoU) antara Indonesia dan Malaysia yang mengatur pengiriman dan penempatan pekerja Indonesia di Malaysia. Namun, ia melihat MoU tidak menjamin perlindungan kepada buruh migran Indonesia.

“Misalnya soal gaji. Disebutkan bahwa gaji pekerja Indonesia diserahkan kepada mekanisme pasar. Itu berarti tidak ada standar upah minimum,” kata Lita.

Lita juga menggarisbawahi kenyataan, Malaysia belum menandatangani konvensi Organisasi Buruh Internasional (ILO) tentang kerja layak rumah tangga dan perlindungan terhadap buruh migran dan keluarganya.

Malaysia adalah salah satu tujuan utama para pencari kerja Indonesia. Kesiapan pengiriman kembali tenaga kerja Indonesia ke Malaysia disampaikan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar hari Rabu (16/11) usai bertemu Menteri Tenaga Kerja Malaysia S. Subramaniam di Bali.

Muhaimin mengatakan, kedua negara menyepakati 11 hal dalam pertemuan bilateral tersebut.

Sebelas poin kesepakatan tersebut mencakup kontrak kerja, gaji, metode pembayaran gaji, hak libur dalam seminggu, penyimpanan paspor, agen perekrutan, biaya penempatan, kompetensi pelatihan, penyelesaian perselisihan, visa, dan perekrutan langsung.

Muhaimin juga menyinggung satuan tugas gabungan yang akan memberikan bantuan penyelesaian yang tepat dan cepat bagi berbagai permasalahan yang muncul di lapangan.

Selain itu, kata Muhaimin, akan ada evaluasi secara berkala untuk memastikan poin-poin MOU dilaksanakan dengan baik.

Usai mengadakan pertemuan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Bali, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengatakan, Indonesia sepakat mencabut moratorum dan pengiriman TKI sektor rumah tangga ke Malaysia akan dimulai lagi pada 1 Desember 2011.

Pemerintah Indonesia memberlakukan moratorium pengiriman tenaga kerja ke Malaysia pada pertengahan 2009 setelah muncul serangkaian kasus perlakukan pekerja Indonesia di Malaysia. (BBC Indonesia).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan. Profil Selengkapnya
http://www.localhost/project/personal/ddhongkong.org/ddhongkong.org/

One thought on “Gaji Minimum PRT di Malaysia 700 Ringgit, Libur Sehari dalam Sepekan

  1. Seharusnya pemerintah memberhentikan pengiriman tenaga kerja indonesia di negara lain untuk pekerjaan sektor domestik… mudah2an pemerintah tidak melestarikan hal ini ke depannya. mudah2an pemerintah berkonsenterasi membangun lapangan kerja di dalam negeri seluas-luasnya, sehingga rakyat kita tidak perlu bekerja sebagai prt di negara orang. amin…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *