Sunday, August 20, 2017
Beranda > Hong Kong > Halaqoh Jumat Adakan Rihlah Menelusuri Sejarah Islam di China

Halaqoh Jumat Adakan Rihlah Menelusuri Sejarah Islam di China

Halaqoh Jumat — organisasi BMI Hong Kong yang libur hari Jumat– bekerjasama dengan Alibaba Holiday Ltd. Muslim Tour Expert mengadakan ziarah ke makam sahabat Rasulullah Saw Sa’ad Bin Abi Waqosh di Guang Zhou China, Jumat (30/12), bersama Ustadz A. Muhaemin Karim (executive dakwah Islamic Union of Hong Kong sekaligus pembina Halaqoh) dan Ustadz M. Yusuf Shandy dari KQM Jakarta.

Berangkat dari Lo Wu pada jam 10.05 menuju kota Guang Zhou. Menurut jadwal seharusnya berangkat jam 08.30, karena menunggu salah satu peserta yang kesasar ke Lok Machau, seharusnya dari Shung Shui ke Lo Wu. Setelah semua peserta yang jumlahnya 48 orang berkumpul, mulailah perjalanan keluar imigrasi HK dan memasuki imigrasi di China.

Dari Lowu menuju Ghuang Zhou membutuhkan waktu sekitar 3 jam. Ditempuh dengan mengendarai bus yang sudah disediakan oleh pihak travel.

Dalam perjalanan, Ust. Muhaemin Karim memimpin do’a bersama. Guid Mr. Jhon (kelahiran Aceh) dengan bahasa Indonesia yang terbalik-balik menerangkan tentang sejarah Kota Ghuang Zhou dan daerah-daerah yang dilewati bus rombongan.

Usai Mr. Jhon bercerita dilanjutkan tausiyah oleh Ust. Muhaemin yang menerangkan tentang Islam di China. Ghuang Zhou beribukota Ghuang Dong, 60% penduduknya beragama Islam. Ia mengutip hadits “Uthlubul ‘Ilma walau bis Sinna”, carilah ilmu walau ke negeri China.  “Walau hadist ini dikatakan hadist dha’if,” katanya.

Kenapa Nabi Saw menyuruh sahabatnya untuk dakwah ke China? Seorang Muslim China (Wang Angsen) yang bertempat tinggal di Malaysia mengatakan, penyebab Nabi bersabda itu adalah karena China terkenal dengan empat elemen yang mendunia, yaitu kertas — waktu itu di dunia Arab tidak ada kertas, sutra –belajar membuat sutra untuk menyimpan alat peperangan supaya awet, mercon (bom, Nabi diberi tahu oleh Allah), dan tembikar.

Dinasti China 500 tahun lalu sudah mengirimkan diplomat setelah Nabi menjadi Rosul. Instruksi Nabi SAW,  “Barangsiapa yang tahu bahasa suatu kaum, maka akan aman. Barangsiapa yang melihat sesuatu tetapi tidak tafakkur dan tadabbur, maka akan celaka.

Tepat pukul 12.30 rombongan berhenti untuk makan siang di Restoran Abdullah. Jam 1.00 perjalanan dilanjutkan ke makam Sa’ad Bin Abi Waqash.

Makam Sa’ad Bin Abi Waqash terletak di atas bukit yang asri dan berudara sejuk. Tempat ini menjadi tempat wisata dan banyak didatangi turis dari berbagai negara. Waktu rombongan tiba sedang berlangsung Khutbah Jum’at yang jamaahnya luar biasa banyak sekali sampai di halaman masjid.

Setelah shalat dilanjutkan do’a bersama dan tausiyah oleh Ust. Muhaemin Karim di belakang Makam Sa’ad Bin Abi Waqash yang sekitarnya makam para pejuang Islam dulu.

Menurut sejarah, Sa’ad Binn Abi Waqash adalah anak paman ibu Nabi SAW. Dia masuk Islam umur 14 tahun. Orang tuanya penyembah berhala. Dia adalah ahli pemanah dan penunggang kuda.

Pada usia 14 tahun dia bermimpi dari gelap meliahar sinar terang yang makin lama makin terang dan tidak menyilaukan mata. Dalam mimpi itu dia bertemu dengan tiga sahabat Nabi SAW, yaitu Zaid Bin Harits, Ali Bin Abi Tholib, dan Abu Bakar Ash Shiddiq. Setelah bangun, dia ingin menemui mereka bertiga.

Pada waktu yang tidak disengaja, dia bertemu Abu Bakar yang menyampaikan pesan dari Nabi SAW untuk mengajaknya masuk Islam. Akhirnya dia masuk Islam lalu berjuang sekuat tenaga dan sholat sembunyi-sembunyi karena orang tuanya tidak suka dengan Islam, tapi akhirnya ibunya mengalah.

Ust. Muhaemin juga mengatakan, semoga berziarah ke makam sahabat Nabi SAW bisa membawa kita bisa berziarah ke makam Nabi SAW di Madinah.

Perjalanan dilanjutkan menuju masjid tertua di China, Masjid Huaisheng, di 56 Guanta Road, Yuexiu District, Ghuang Zhou. Bangunan masjid dengan ciri khas China antik dan indah, walau sudah berulang-ulang direnovasi tetapi tetap bergaya tempo dulu. Tiba di Masjid pukul 15.20.

“Semoga ziarah ini melembutkan hati kita. Semoga kita menjadi hambanya yang cerdas, yaitu hamba yang selalu ingat kematian dan selalu mencari bekal untuk kehidupan setelah kematian,” ujar Siti Uridatul Farhah kepada DDHK News. (Lutfiana Wakhid/ddhongkong.org).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan. Profil Selengkapnya
http://www.localhost/project/personal/ddhongkong.org/ddhongkong.org/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *