Sunday, September 23, 2018
Beranda > Dunia Islam > Islamophobia Seperti Anti-Semitisme Tahun 1930-an

Islamophobia Seperti Anti-Semitisme Tahun 1930-an

Pertumbuhan Islamophobia (ketakutan dan kebencian terhadap Islam) mengingatkan kembali pada maraknya anti-Semitisme tahun 1930-an. Demikian dikemukakan Sekjen Organisasi Konferensi Islam (OKI) Ekmeleddin Ihsanoglu di Jeddah, Arab Saudi (5/11).

Menurutnya, xenophobia (kebencian terhadap hal asing) kini tengah diarahkan kepada imigran Muslim, terutama di Eropa. Para politisi Eropa dan Amerika mengangkat sentimen anti-Muslim untuk meraih dukungan suara.

“Masalah ini telah menjadi agenda politik,” kata pemimpin OKI asal Turki berusia 58 tahun ini kepada kantor berita AFP dalam sebuah wawancara. Ia menegaskan, Islam juga merupakan agama Eropa.

“Yang mengkhawatirkan saya adalah bahwa otoritas politik atau partai politik, alih-alih menghentikannya, atau memeranginya, namun beberapa dari mereka justru menggunakan isu itu untuk tujuan-tujuan politik mereka, untuk lebih mendapatkan dukungan dalam pemilu,” katanya.

“Saya takut kita akan tengah menuju proses seperti awal tahun 30-an abad lalu, ketika agenda anti-Semit secara politik menjadi masalah besar (bersama dengan) bangkitnya fasisme dan Nazisme …. Saya pikir sekarang kita berada dalam tahap pertama hal seperti itu.”

Ia mengingatkan, fitnah terhadap Islam terus meningkat yang didokumentasikan oleh kantor OKI yang baru didirikan untuk memantau Islamophobia di seluruh dunia.

Ihsanoglu menunjuk protes di Amerika Serikat terhadap rencana pembangunan pusat Islam “Ground Zero” di New York City, gerakan anti-burqa di Eropa, dan serangan fisik pada kaum Muslim di kedua sisi Atlantik.

Masalah yang paling ia cermati adalah pelembagaan sentimen anti-Muslim di Eropa, seperti larangan Swiss atas menara masjid dan larang Prancis atas cadar.

“Masalah cadar ini benar-benar sebuah kisah sedih, hanya beberapa orang yang memakainya… Cadar itu hanya bagian dari kebiasaan lama suku-suku tertentu di negara tertentu, itu sama sekali tidak hubungannya dengan Islam.” Namun, negara-negara seperti Prancis, Spanyol, dan Belanda bereaksi dengan undang-undang.

“Eropa harus memahami realitas Islam hari ini, dan kenyataan bahwa Islam bukanlah agama asing di Eropa. Islam adalah agama Eropa,” tegasnya. (Mel/AFP/ddhongkong.org).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *