Friday, July 20, 2018
Beranda > Featured > ‘Jejak UFO’ di Sawah Hebohkan Warga Sleman

‘Jejak UFO’ di Sawah Hebohkan Warga Sleman

Warga di Dusun Jogomangsan, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman, Yogyakarta dihebohkan sebuah tanda simetris bergambar sangat indah di area persawahan, Minggu (23/1). Sebagian kalangan percaya itu jejak UFO (Unidentified Flying Object) atau “piring terbang”.

Ratusan penduduk pun berduyun-duyun menonton lingkaran misteruys tersebut. Lingkaran itu berada di Lokasi persawahan, terletak 5 km arah tenggara Bandara Adisutjipto. Lambang tersebut berbentuk lingkaran berdiameter 70 meter. Di tengah lingkaran raksasa tersebut terdapat lambang misterius. Tanda tersebut dibentuk oleh hamparan padi yang rebah setelah angin kencang tersebut.

Di sekitar persawahan itu saat ini dipasangi kertas bertuliskan DILARANG MASUK AREAL SAWAH dengan spidol hitam. Juga dipasang tali rafia hitam yang bertujuan agar warga tidak memasuki lingkaran aneh itu. Lingkaran aneh itu berada di jalur SUTET.

Belum diketahui apakah lingkaran aneh ini benar karena ‘UFO’, namun sejumlah lembaga resmi seperti LAPAN menolak kalau itu karena terkait SUTET dan ‘UFO’.

“Tidak ada mekanisme eletromagnetik membentuk pola. Padi tidak berpenguruh pada eletromagnetik.¬† Tidak, bukan karena SUTET,” ujar Profesor Riset Astronomi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin kepada detikcom.

Ngadiran, yang sawahnya ‘dilukisi’ lingkaran UFO, yakin lingkaran itu bukan karya manusia. Dia juga yakin bukan angin penyebabnya.

“Kalau angin, semua tanaman akan rebah. Ini ‘kan hanya sebagian dan cukup rapi,” ujar Ngadiran pada detikcom di TKP, Dusun Jogomangsan, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, DIY, Senin¬† (24/1/2011).

Ngadiran juga mengaku lahannya tidak disewa untuk sebuah karya instalasi seni kelompok tertentu. Dia mengaku pada Sabtu 22 Januari pukul 23.00 WIB, melihat penampakan macan di sawahnya. Esok paginya, dia melihat sawahnya telah menjadi “karya seni”.

Hingga saat ini lingkaran UFO itu masih menjadi misteri. Thomas Djamaluddin meyakini lingkaran itu merupakan karya manusia. “Di negara Barat itu terungkap hanya rekayasa. Yang di Sleman itu saya menduga ada yang merekayasa,” ujarnya pada detikcom.

Di pihak lain, Komunitas UFO yakin, crop circle di Yogyakarta itu hasil buatan makhluk luar angkasa dengan pesawatnya. Nur Agustinus, salah satu pendiri komunitas peminat kemunculan UFO itu saat dihubungi Tempo (24/1) mengatakan, sebelumnya pernah ada laporan serupa dari petani di Tuban, Jawa Timur, beberapa tahun lalu. Namun, laporan itu sulit dibuktikan kebenarannya. “Yang baru bisa dilihat jelas sekarang ini,” ujarnya.

Komunitas UFO beranggotakan sekitar 1.200 orang di Indonesia dan luar negeri.

Membandingkan dengan pola geometris di luar negeri, bentuk crop circle di Sleman agak luar biasa. “Termasuk kompleks dengan ukuran sekitar 60 x 70 meter,” katanya.

Jejak UFo di Sleman itu, kata Nur, jadi perbincangan sesama anggota komunitas itu di Internet. Mereka membahas posisi bentuk geometris yang tampak pas sesuai arah mata angin. Empat lingkaran di dalam sebuah lingkaran besar, kata Nur, biasa disebut sebagai tetrat di kalangan peminat UFO. “Para ahli mengaitkannya dengan bumi, udara, air, dan api,” katanya.

Sejauh ini, komunitas Beta-UFO belum mengetahui makna bentuk crop circle di Sleman tersebut. Di luar negeri pun, kata dia, sejauh ini masih menjadi misteri walau crop circle mulai muncul pada era 70-an di Inggris. “Masih misteri karena bentuknya tidak pernah sama,” ujarnya.

Polisi memasang police line (garis polisi) di lokasi supaya tidak rusak akibat diinjak warga yang ingin melihat dari dekat. (Detik/Tempo).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *