Saturday, August 19, 2017
Beranda > Dunia Islam > Jilbab Membuat Sejarah di Olimpiade London

Jilbab Membuat Sejarah di Olimpiade London

Jilbab OlimpiadeJilbab akan membuat sejarah di Olimpiade London 2012. Federasi Angkat Besi Internasional (International Weightlifting Federation/IWF) mengizinkan para atlet Muslimah yang bertanding mengenakan jilbab. Tim angkat besi wanita dari Uni Emirat Arab (UEA) pun akan menjadi tim pertama yang bertanding di kompetisi internasional itu dengan berjilbab.

“Kami adalah negara pertama yang mengirimkan atlet kami yang mengenakan busana Muslim,” kata Jassim Abdulrahman Al-Awazi, anggota Federasi Angkat Besi UEA dan Organisasi Angkat Berat negara-negara Teluk (GCC) kepada harian Emirat, The National, Senin (21/5).

Angkat besi UEA telah mendapatkan tempat di Olimpiade London yang akan dimulai di ibu kota Inggris dari 27 Juli hingga 12 Agustus 2012. Kali ini, atlet angkat besi wanita Muslim boleh mengenakan jilbab. IWF sudah mengubah aturan untuk memungkinkan jilbab.

Ini diikuti kasus atlet Muslimah Amerika Serikat yang menantang aturan IWF yang melarang pakaian jilbab dalam kompetisi. Berdasarkan aturan IWF sebelumnya, angkat besi mengenakan pakaian, secara resmi disebut “kostum”, yang harus tanpa kerah dan tidak menutupi siku atau lutut.

Tapi pada bulan Juli, IWF memodifikasi aturannya untuk mengakomodasi keyakinan atlet Muslimah dalam berjilbab. “Hal ini sangat baik bagi negara-negara Muslim ,” kata Al-Awazi. “Hal ini tidak dipaksa, itu adalah pilihan bagi para atlet jika mereka ingin memakainya.”

“Itu adalah keputusan yang akan membantu seluruh dunia Islam,” kata Sheikh Sultan bin Mejren, presiden Federasi Angkat Berat Emirates. “Sekarang tidak ada perbedaan antara Muslim dan non-Muslim dalam acara-acara seperti Olimpiade. Tidak ada perbatasan untuk menerima mereka atau tidak. Semua orang dapat berpartisipasi tanpa melanggar aturan.”

Olah raga fisik di Olimpiade seperti rugby dan taekwondo sudah mengizinkan wanita Muslim untuk mengenakan jilbab dalam kompetisi.  Atlet berjilbab bersinar selama Olimpiade Beijing tahun 2008. Banyak atlet wanita muslim memecahkan stereotip Barat dan membuktikan bahwa mengenakan jilbab bukan halangan untuk unggul dalam kehidupan dan olahraga.

Selama pertandingan, setengah lusin Muslimah berjilbab asal Mesir, tiga warga Iran, seorang Afghanistan, dan Yaman berkompetisi dalam berlari, mendayung, taekwondo dan panahan. (Mel/Onislam.net/ddhongkong.org).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan. Profil Selengkapnya
http://www.localhost/project/personal/ddhongkong.org/ddhongkong.org/

One thought on “Jilbab Membuat Sejarah di Olimpiade London

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *