Friday, October 20, 2017
Beranda > Dunia Islam > Kaum Muslim Eropa Hadapi Diskriminasi

Kaum Muslim Eropa Hadapi Diskriminasi

muslim eropaNegara-negara Eropa melakukan diskriminasi terhadap pemeluk Islam, khususnya dalam bidang pendidikan dan pekerjaan. Demikian menurut kelompok pemerhati hak asasi Amnesty International (AI). Dalam laporan yang dipusatkan pada Belgia, Prancis, Belanda, Spanyol, dan Swiss, AI mendesak pemerintah-pemerintah Eropa berupaya menangani pandangan negatif dan kecurigaan terhadap Islam.

“Perempuan Muslim tidak mendapatkan pekerjaan dan anak-anak perempuan tidak boleh hadir ke sekolah karena mereka mengenakan baju terkait kepercayaan mereka, seperti jilbab,” kata Amnesty seperti dikutip BBC Indonesia (24/4). “Pria dapat dipecat bila memelihara janggut yang dikaitkan dengan kepercayaannya, Islam,” tambah organisasi itu.

Laporan Amnesty itu keluar dua hari setelah partai anti-imigran Fron Nasional mencapai suara besar dalam putaran pertama pemilihan Presiden Prancis, dengan sekitar 18% suara mendukung pemimpinnya Marine Le Pen.

Laporan yang berjudul “Pilihan dan Prasangka: diskriminasi terhadap Muslim di Eropa” menyebutkan, peraturan yang melarang diskriminasi dalam pekerjaan tidak diterapkan di Belgia, Prancis, dan Belanda.

“Perusahaan-perusahaan diizinkan untuk menerapkan larangan penggunaan simbol keagamaan atau budaya dengan alasan dapat mengganggu klien atau kolega mereka atau dapat mengganggu citra perusahaan,” kata Amnesty. “Langkah itu bertentangan dengan peraturan Uni Eropa.”

Peraturan Uni Eropa melarang diskriminasi dengan alasan agama atau keyakinan dalam hal pekerjaan, tampaknya tidak ditanggapi di seluruh Eropa. “Kami memperhatikan tingginya pengangguran di kalangan Muslim,” kata Marco Perolini, pakar diskriminasi Amnesty International. Ia menambahkan, hal ini terutama terjadi di kalangan perempuan Muslim yang berasal dari negara lain.

AI juga mengkritik Swiss karena melarang pembangunan menara-menara masjid baru tahun 2009.

Amnesty mengatakan di kawasan Katalunia, Spanyol, banyak umat Islam yang harus shalat di tempat terbuka karena pemerintah menolak pengajuan pembangunan masjid dengan alasan tidak sesuai dengan tradisi dan budaya Katalan. (BBC).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *