Thursday, November 15, 2018
Beranda > Dunia Islam > Kaum Muslim Merasa Diterima di Springfield

Kaum Muslim Merasa Diterima di Springfield

Syed Hasan bermain dengan cucunya, Eshal Zaidi dan Mikaeel Zaidi, di Southwind Park.*

Syed Hassan datang ke Springfield, Illinois, Amerika, tahun 1964, ketika hanya ada selusin atau lebih warga Muslim yang melakukan shalat di rumahnya masing-masing karena tidak ada masjid. Pada Idulfitri tahun ini, Hassan dan Muslim lainnya bergabung dengan Muslim di Chicago.

“Sekarang ada orang-orang dari seluruh dunia,” kata Hassan merujuk kepada 300 lebih keluarga Muslim dari 28 negara yang membentuk Masyarakat Islam Springfield Raya  (Islamic Society of Greater Springfield).

Mengenakan busana tradisional Pakistan –salwar kameez— bersama cucunya berusia empat tahun, Mikeel, ia bermain di Taman Southwind usai shalat Id. Hassan mengatakan, masalah yang dihadapi warga Muslim setempat adalah setelah peristiwa serangan teroris 11 September 2001.

Namun, kaum Muslim tetap merasa nyaman. “Kami tidak memiliki masalah di Springfield,” kata Hassan seperti dikutip sj-r.com (4/9). “Orang-orang sangat kooperatif dan membantu.”

Itu adalah reflektif  hasil survei Pew Research Center terbaru yang menunjukkan bahwa hampir empat dari lima Muslim Amerika mengatakan mereka merasa aman dalam komunitas mereka. Mereka merasa “sangat baik” atau “baik” tinggal di rumah mereka saat ini. Survei itu memperbarui jajak pendapat tahun 2007.

Usman Ali Khan yang baru tinggal di Amerika selama tiga tahun ketika ia melihat peristiwa 9/11 di TV mengatakan, ada interaksi yang baik antara kaum Muslim dengan masyarakat lain. “Dengan Yahudi, dengan Kristen,” kata Khan. “Di kota-kota besar, Anda melihat masalah. Di sini, sebagian besar orang sangat ramah. ”

Khan menyebutkan, kelompok Muslim lokal baru-baru ini mengunjungi pameran foto di Pura B’rith Sholom tentang Muslim Albania yang melindungi lebih dari 2.000 orang Yahudi dari tentara Nazi dan Italia selama Perang Dunia II.

Menurut Driss El Akrich, seorang instruktur di University of Illinois Springfield, warga Muslim telah menjadi sorotan sejak tahun 2001.  “Beberapa positif, mayoritas tidak positif, terutama di media nasional,” kata El Akrich. “Ketika orang bisa berbicara dengan Muslim dan belajar tentang Islam, sikap mereka melunak sedikit”. (Mel/State Journal-Register/ddhongkong.org).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *