Sunday, August 19, 2018
Beranda > Dunia Islam > Kelompok Muslim Rencanakan Aksi Demo Saat Pernikahan Keluarga Kerajaan Inggris

Kelompok Muslim Rencanakan Aksi Demo Saat Pernikahan Keluarga Kerajaan Inggris

DDHK News — Sebuah kelompok Muslim mengajukan izin kepada pihak keamanaan (Scotland Yard) untuk berunjuk rasa di luar Westminster Abbey, tempat pernikahan keluarga Kerajaan Inggris (Royal Wedding).

Pihak berwenang mengatakan telah menolak permohonan kelompok yang menamakan diri “Muslim Menentang Perang Salib” (Muslims Against Crusades, MAC) itu.

Kelompok MAC mengingatan, kemungkinan mereka akan membakar bendera Inggris pada hari pernikahan Pangeran William tanggal 29 April tersebut.

Pihak keamanan tengah mempersiapkan langkah antisipatif jika aksi demo tetap berlangsung. Polisi berhak melarang setiap protes besar sepanjang rute utama yang akan dilewati iring-iringan pengantin –Pangeran William dan mempelai wanita, Kate.

Pihak kepolisian Inggris juga mengemukakan, kelompok anti-Islam EDL (English Defence League) menyatakan siap menggelar aksi tandingan terhadap kelompok “Muslims Against Crusades”.

Saat briefing dengan para wartawan, polisi mengatakan siap menurunkan 5.000 petugas pada hari besar keluarga kerajaan itu.

Awal bulan ini tokoh Muslim “garis keras”, Anjem Choudary, memperingatkan bahwa serangan teror adalah “sangat mungkin” terjadi pada hari pernikahan Pangeran William itu.

Dia mengatakan, semua umat Islam agar menjauh Westminster Abbey pada tanggal 29 April dan menggambarkannya sebagai “target utama”.

MAC mengatakan, kerajaan Inggris turut bertanggung jawab atas penderitaan Muslim Afghanistan. Pangeran William menjadi target karena ia pernah melaksanakan tugas militer di Afghanistan.

“Saya percaya bahwa Ratu Inggris dan anak-anaknya mendukung perang di Afghanistan yang diterjemahkan kepada kami sebagai perang melawan Muslim,” kata Choudary.

Rencana kelompok Chodary yang akan mengganggu acara pernikahan Pangeran William itu dikecam pihak Masjid Birmingham.

Perwakilan Masjid Green Lane di Small Heath menentang rencana kelompok Choudary dan menyerukan kepada organisasi-organisasi Islam lain untuk bergabung dengan mereka dalam memerangi ekstremisme.

Juru bicara masjid itu mengatakan, aksi protes itu tidak membela kepentingan Islam, juga tidak mencerminkan sikap umat Islam secara keseluruhan.

“Mereka akan memperburuk ketegangan dalam masyarakat Inggris dan berisiko merusak hubungan baik antara kaum Muslim dengan masyarakat dan pemerintah yang telah dibangun selama bertahun-tahun,” tegasnya. Ia menambahkan, aksi itu hanya memberi peluang kepada ekstremis lain, EDL, untuk berkembang dan kian menentang Islam. (Mel/The Telegraph/Birmigham Mail/ddhongkong.org).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *