Sunday, December 17, 2017
Beranda > Dunia Islam > Khotbah Arafah: Sami’na wa Atho’na Harus Jadi Budaya Umat Islam

Khotbah Arafah: Sami’na wa Atho’na Harus Jadi Budaya Umat Islam

Jemaah haji Indonesia di kemah Arafah, Jumat 3 Oktober 2014.

Khotbah ArafahDDHK News, Arab Saudi — Sami’na wa Atho’na (kami dengar dan kami taat atas perintah Allah) merupakan sikap beragama paripurna yang perlu menjadi acuan hidup kaum beriman, di mana saja mereka berada baik di tanah suci maupun di dalam negeri.

Orientasi beragama sami’na wa atho’na perlu menjadi budaya umat Islam Indonesia. Jika sami’na wa atho’na menjadi budaya beragama, maka umat Islam di Indonesia akan berbondong-bondong memenuhi masjid dan mushala pada setiap panggilan adzan.

Demikian dikemukakan Naib Amirul Haj Indonesia yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin dalam khutbah wukuf  di Padang Arafah, Jumat (3/10/2014).

Seperti diberitakan Viva News, dalam khutbahnya, Din menyampaikan, menunaikan ibadah haji adalah memenuhi panggilan Ilahi. Hanya orang yang memiliki keimanan mendalam dan keinginan membaja yang mau menyambut panggilan itu.

Walaupun jauh dan berat, tidak mudah dan tidak murah, namun jutaan kaum beriman ikhlas dan antusias ingin menunaikan ibadah haji di tanah suci, bahkan meski harus menunggu hingga belasan tahun untuk mendapat giliran.

“Ini adalah pertanda keimanan hakiki dan keislaman sejati. Keimanan dan keislaman demikian akan mendorong seorang hamba menjalankan perintah dan menjauhi larangan Sang Pencipta dengan sikap sami’na wa atho’na, ‘aku mendengar perintah-Mu dan aku taat melaksanakannya’,” kata Din.

Dikemukakan, jika sami’na wa atho’na menjadi budaya, maka umat Islam akan menjadi umat yang berlomba-lomba mengeluarkan zakat, infak, dan sedekah, shingga jutaan fakir miskin dan dhuafa dapat tersantuni da terberdayakan, ribuan sekolah, madrasah, universitas, dapat dibangun, ratusan bahkan ribuan lembaga keuangan kecil dan besar dapat didirikan.

Dengan begitu, maka kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, akan hilang dari kehidupan negeri dengan penduduk muslim terbesar di dunia ini.

“Jika sami’na wa atho’na menjadi budaya, maka perintah Allah SWT kepada kaum beriman untuk menjadi ummatan wasathan atau umat tengahan dan khaira ummah atau umat terbaik akan kita taati dan amalkan,” kata dia.

Jika itu dilaksanakan, maka umat Islam di Indonesia, kata dia, akan menjadi umat yang tidak hanya besar dalam jumlah dan bilangan, tapi juga besar dalam mutu dan kualitas.

“Itulah pembelajaran utama dari ibadah haji. Talbiyah yang kita kumandangkan di tanah suci sesungguhnya adalah latihan agar kita mau dan mampu melantunkan talbiyah dalam perbuatan nyata sepulang ke tanah air sebagai bentuk dari kemabruran haji kita,” kata Din.*

DDHK News

DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *