Tuesday, October 16, 2018
Beranda > Dunia Islam > Mayoritas Rakyat Mesir Inginkan Pemerintahan Islami

Mayoritas Rakyat Mesir Inginkan Pemerintahan Islami

Mayoritas rakyat Mesir menginginkan pemerintahan Islami berdasarkan ajaran Al-Quran. Selain itu, mereka juga menghendaki diakhirinya perjanjian damai dengan Israel yang masih menduduki wilayah Palestina.

Demikian hasil survei oleh Pew Research Center yang berbasis di Amerika Serikat seperti dilansir situs Arabian Business (26/4). Disebutkan, 54% dari 1.000 orang Mesir yang disurvei ingin pemerintah mengakhiri perjanjian damai dengan negara Yahudi.

Sekitar 60 persen dari mereka yang disurvei mengatakan, aturan hukum Mesir harus mengikuti ajaran kitab suci Islam, Al-Quran.

Pusat Riset yang berbasis di Washington itu melakukan survei antara 24 Maret dan 7 April, lebih dari sebulan setelah penggulingan Presiden Hosni Mubarak.

Di bawah rezim Mubarak, Mesir membiarkan Israel memblokade Jalur Gaza yang dikuasai kelompok pejuang Hamas.

Ikhwanul Muslimin, kelompok oposisi terbesar Mesir selama tiga dekade pemerintahan Mubarak, berulang kali mengkritik pemerintah yang sangat dekat dengan Israel.

Pew juga menyurvei kandidat presiden terpopuler. Hasilnya, meski 75% responden berpandangan sama dengan Ikhwanul Muslimin yang memperjuangkan pemeritahan Islami, namun hanya 17% yang mengatakan Ikhwan harus memimpin Mesir.

Sekjen Liga Arab dan mantan Menlu Mesir, Amre Moussa, mendapat dukungan 41%. Berikutnya mantan Direktur Lembaga Pengawas Nuklir PBB, Mohamed ElBaradei, dengan 25%. Pengacara Ayman Nour meraih dukungan 32%.  (Mel/Arabian Business/ddhongkong.org).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *