Wednesday, August 15, 2018
Beranda > Dunia Islam > Mayoritas Umat Islam Menginginkan Islam Aktif dalam Politik

Mayoritas Umat Islam Menginginkan Islam Aktif dalam Politik

Mayoritas umat Islam di seluruh dunia menyambut peran penting bagi Islam dalam kehidupan politik negara mereka, demikian  jajak pendapat baru dari Pew Research Center.

Meski demikian, mereka memiliki perasaan campur aduk terhadap kelompok-kelompok keagamaan militan seperti Hamas dan Hizbullah.

Menurut survey yang diolah di Beirut, Lebanon, mayoritas muslim di Pakistan, Mesir, Yordania, dan Nigeria akan mendukung perubahan undang-undang saat ini untuk memungkinkan hukum rajam sebagai hukuman untuk perzinaan, potong tangan untuk pencurian, dan kematian bagi mereka yang murtad (keluar dari agama Islam untuk pindah ke agama lain).

Sekitar 85% dari Muslim Pakistan bahkan mengatakan mereka akan mendukung hukum memisahkan laki-laki dan perempuan di tempat kerja. Demikian menuru survey sebagaimana dipublikasikan LA Times.

Muslim di Indonesia, Mesir, Nigeria dan Yordania adalah yang paling antusias, dengan lebih dari tiga perempat responden jajak pendapat di negara-negara melaporkan pandangan positif tentang pengaruh Islam dalam politik: Islam memiliki peran besar dalam politik adalah hal yang baik, sebaliknya bila memainkan peran kecil, itu hal yang buruk.

Muslim Turki menunjukan sikap paling bertentangan, dengan hanya lebih dari setengah laporan pandangan positif tentang pengaruh Islam dalam politik. Turki telah berjuang dalam beberapa tahun terakhir untuk menyeimbangkan sistem politik sekuler dengan penduduk Muslim konservatif yang semakin kuat.

Banyak Muslim menggambarkan sebuah perjuangan di negara mereka antara fundamentalis dan modernisasi, terutama mereka yang merasa terancam oleh meningkatnya arus konservatisme.

Di antara responden cenderung berpihak pada modernisasi. Hal ini terutama terjadi di Lebanon dan Turki, di mana 84% dan 74%, masing-masing, mengidentifikasi diri mereka dan apa yang tengah berlangsung sebagai (perang) modernisasi sebagai lawan fundamentalis.

Di Mesir dan Nigeria, lebih banyak orang yang menarik ke arah lain. Menurut jajak pendapat, 59% di Mesir dan 58% di Nigeria yang mengatakan ada perjuangan diidentifikasi dengan kaum fundamentalis.

Meskipun pandangan positif keseluruhan peran Islam berkembang di politik, organisasi keagamaan militan seperti Hamas dan Hizbullah memacu reaksi berbeda-beda. Kedua kelompok mendapat dukungan cukup kuat di Yordania, rumah bagi banyak warga Palestina, dan Lebanon, di mana Hizbullah memiliki basis perjuangan.

Negara-negara Muslim yang tidak berbagi ikatan budaya, sejarah dan politik yang kuat untuk penyebab Palestina, seperti Pakistan dan Turki, cenderung untuk melihat Hizbullah dan Hamas negatif.

Al-Qaeda telah ditolak oleh mayoritas kuat di setiap negara Muslim kecuali Nigeria, yang memberikan kelompok peringkat dukungan hingga 49%.

Jajak pendapat dilakukan 12 April-7 Mei di tujuh negara dengan populasi Muslim besar. Sekitar 8.000 orang diwawancarai tatap muka, dan survei memiliki margin of error plus atau minus 3 poin persentase untuk Pakistan dan 4 poin persentase untuk negara-negara lain. (Mel/ddhongkong.org)

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *