Sunday, October 21, 2018
Beranda > Dunia Islam > Memilih Tetap Berjilbab, Siswi Muslimah Amerika Dilarang Ikut Parade

Memilih Tetap Berjilbab, Siswi Muslimah Amerika Dilarang Ikut Parade

Gadis 14 tahun asal Tennessee, Amerika Serikat, dilarang ikut parade karena memakai jilbab. Ia mengatakan tidak bisa berpartisipasi dalam parade kepulangan bulan lalu, karena jilbabnya dianggap oleh para pejabat sekolah bertentangan dengan seragam program Pelatihan Petugas Cadangan Korps SMP (JROTC).

“Saat itu Pekan Spirit. Kami sedang bersiap-siap untuk parade homecoming dan petugas kepala mengatakan bahwa saya tidak boleh memakai jilbab kalau masih memakai seragam untuk parade,” kata Demin Zawity kepada Fox News, Kamis (20/10). “Saya mengatakan bahwa jilbab saya ini urusan agama dan bahwa saya benar-benar tidak bisa melepasnya.”

Siswi berusia 14 tahun di SMA Ravenwood ini telah lama berlatih untuk berpartisipasi dalam parade. Menerima berita bahwa dia tidak bisa berpartisipasi, ia bertanya kepada petugas apakah pengecualian bisa dibuat.

Tetapi pejabat sekolah dan pengacara distrik memutuskan, jika Demin ingin berpartisipasi, ia harus mematuhi aturan dan melepas jilbabnya.

“Kami terikat pada peraturan Angkatan Darat Amerika. Kita tidak dapat melakukan program kecuali kita mengikuti peraturan,” kata Jason Emas, Chief Operating Officer dan General Counsel untuk distrik sekolah.

Keputusan yang datang sehari sebelum parade menjadi pukulan bagi Demin. Ia pun merasa didiskriminasi di negeri sendiri. “Kami berlatih sepanjang minggu dan pada hari sebelum parade dimulai, ia menarik saya ke samping, dan berkata bahwa saya tidak bisa berbaris,” kenang Demin. “Saya  ingin menangis di sana, tapi saya menahannya…”

Merasakan perasaan sakit hati dari putri mereka, keluarga Demin pun mengadukan masalah itu ke Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) yang menyerukan permintaan maaf resmi dari pihak sekolah.

“Ini kebijakan yang tidak bijaksana,” kata staf pengacara CAIR, Gadeir Abbas, kepada Fox News. “Seorang siswa Yahudi bisa diterima memakai topi Yarmulke di bawah seragamnya. Peraturan sudah mencerminkan bahwa ada kewajiban agama di antara anggota.”

Demin mengaku, peristiwan itu membuatnya kian kuat.”Ini pasti membuat saya lebih kuat, itu jelas membuat saya belajar untuk melihat sisi positif, bukan negatif,” kata remaja asal Tennessee ini kepada News Channel 5.

Da juga berharap militer akan mengubah kebijakan sehingga wanita Muslim lain tidak akan mengalami apa yang ia alami. “Karena umat Islam di sini, di Amerika, ingin bergabung dengan Pasukan Angkatan Darat, dan wanita Muslim akan ingin bergabung dengan Angkatan Darat, dan mereka harus memiliki hak untuk memakai jilbab dan harusnya tidak ada masalah,” kata Demin. (Mel/Onislam.net/ddhongkong.org).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *