Wednesday, September 19, 2018
Beranda > Indonesia > Moratorium TKI ke Malaysia Segera Dicabut

Moratorium TKI ke Malaysia Segera Dicabut

Pemerintah segera mencabut moratorium tenaga kerja Indonesia sektor penata laksana rumah tangga ke Malaysia, dan akan mengaktifkan kembali pengiriman jasa tenaga kerja itu pada Desember 2011.

Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Nusa Tenggara Timur Tumbur Gultom, di Kupang, Sabtu, mengatakan, pencabutan kembali kebijakan itu setelah ada kesepakatan para pimpinan kedua negara menyepakati sejumlah hal terkait moratorium atau penghentian pengiriman pembantu rumah tangga ke negeri Jiran.

Ia mengatakan hal-hal yang menjadi prinsip dalam kesepahaman tersebut sudah disetuju seperti paspor dipegang oleh TKI, hak cuti dan gaji.

“Kalau mengenai pengawasan tentu ada mekanismenya dan para agen juga harus bertanggung jawab dengan melakukan kontrol selama masa kontrak berlangsung,” katanya.

PM Malaysia Dato` Sri Mohd Tun Abdul Razak di Novotel Resort Hotel Lombok, NTB, Kamis (20/10) menyatakan, moratorium bakal dicabut pada 1 Desember 2011.

Namun, sebelum itu, hasil kerja tim gabungan dari kedua negara terkait moratorium pengiriman TKI ke Malaysia dilaporkan terlebih dahulu kepada pemimpin pemerintahan kedua negara di Bali, 17-19 November.

PM Malaysia mengaku, sebelum berangkat ke Indonesia, dia mendapat titipan dari masyarakat Malaysia untuk menyelesaikan persoalan TKI, dalam hal ini PRT dalam pembicaraannya bersama presiden SBY.

Pertemuan konsultasi kedua pemimpin ini di Lombok merupakan pertemuan rutin tahunan antarkedua pemimpin pemerintahan kedua negara.

Menurut Tumbur, setelah pencabutan moratorium itu, para PLRT yang akan melakukan semua pekerjaan rumah tangga harus benar-benar profesional, sehinggga perlu dipersiapkan secara baik sebelum mereka diberangkatkan.

“Kalau tukang masak, yang pekerjaannya masak saja. Tukang cuci, ya cuci saja. Jangan seperti sekarang semuanya dipegang. Bahkan terkadang juga menjaga toko ataupun mengurus anak-anak. Ini harus dibenahi,” katanya menindaklanjuti instruksi dari Pusat.

Para PLRT itu, lanjut dia, harus dibekali dengan ketrampilan yang memadai dan ini harus disiapkan sebelum mereka diberangkatkan.

“Para agen tenaga kerja harus mampu menciptakan pelatihan yang memadai dan menjurus pada spesialisasi. Contohnya pekerja Filipina sudah mengarah spesialisasi. Hasilnya posisi tawar mereka bagus,” katanya.

Ia mengatakan agar posisi tawar para pekerja Indonesia di negeri ini menjadi lebih baik yaitu dengan mengupayakan agar gaji yang mereka terima minimal 600 ringgit per bulan, bahkan kalau sudah diatas dua tahun kerja maka kami berupaya agar para majikan menaikkan gaji pekerjanya. (ANTARA)

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *