Sunday, December 17, 2017
Beranda > Dunia Islam > Muslim Filipina Usulkan Pendirian Negara Sendiri

Muslim Filipina Usulkan Pendirian Negara Sendiri

Setelah mengadakan pembicaraan dengan Presiden Filipina Benigno Aquino awal bulan ini, kelompok Muslim terbesar di negara itu melihat, kesepakatan damai akan membuka jalan bagi mereka untuk memiliki negara sendiri (sub-state) di wilayah selatan, wilayah yang dulunya memang negeri kaum Muslim yang dianeksasi Manila.

“Itu tergantung pada kemauan politiknya (Aquino),” kata Mohagher Iqbal, kepala juru runding Front Pembebasan Islam Moro (MILF) dalam wawancara dengan Reuters. “Dia (Aquino) memiliki cukup modal politik dan saya pikir itu bisa dilakukan.”

Aquino mengadakan pembicaraan dengan pemimpin MILF, Murad Ebrahim, di ibukota Jepang, Tokyo, selama dua jam pekan lalu.

Pertemuan itu terjadi seminggu menjelang babak baru perundingan perdamaian antara Manila dan MILF di ibukota Malaysia, Kuala Lumpur, pada 15 Agustus.

Aquino, putra pahlawan demokrasi Cory Aquino, memenangkan kursi kepresidenan pada 2010 pada sebuah kampanye untuk membasmi korupsi dan mempercepat reformasi ekonomi.

Dia menjadikan berdamai dengan kaum Muslim dan pemberontak Maois sebagai prioritas pemerintahannya. Ia berharap mencapai kesepakatan dalam dalam paruh pertama enam tahun masa jabatannya yang berakhir pada Juni 2016.

Iqbal percaya, kesepakatan damai dapat dicapai antara Manila dan MILF dalam waktu dua tahun untuk menyelesaikan konflik yang telah berlangsung selama puluhan tahun di selatan yang dihuni mayoritas Muslim.

Moro Islamic Liberation Front (MILF), kelompok Muslim terbesar negara itu, telah berjuang untuk sebuah negara merdeka di wilayah yang kaya mineral selatan Mindanao selama tiga dekade. Lebih dari 120.000 orang tewas sejak konflik meletus pada akhir tahun 1960.

“Tidak ada alasan mengapa pemerintah tidak bisa memberikan (negara merdeka) itu karena kita tidak memisahkan diri dari pemerintahan Filipina,” kata Iqbal.

Wilayah Mindanao, tempat kelahiran Islam di Filipina, adalah rumah bagi lebih dari lima juta Muslim.

MILF juga telah berusaha untuk menghilangkan kekhawatiran tentang sebuah negara merdeka di selatan yang terpisah sama sekali dari wilayah Filipina.

“Tidak ada yang perlu ditakuti dalam proposal ini, karena negara kami nanti berupa negara-bagian (sub-state), masih merupakan bagian dari Filipina,” kata MILF dalam editorial di situsnya, menurut Manila Standard Today. “Kami tidak akan memiliki tentara, kecuali polisi dan pasukan keamanan internal.”

MILF mengatakan, sub-negara itu akan sama dengan negara-negara dalam sebuah federasi.

Rumus MILF menyerukan pembentukan sebuah sub-negara untuk Muslim Moro. Entitas ini bukan sebuah negara merdeka. Kekuasaan atas pertahanan nasional, hubungan luar negeri, mata uang, dan jasa pos masih dalam yurisdiksi pemerintah pusat (Manila).

Kelompok Muslim menyerukan pemerintah Filipina untuk “membiarkan bangsa Moro menjalankan urusan mereka sendiri.”

“Biarkan mereka memutuskan nasib mereka sendiri. Biarkan mereka berhasil atau merusak diri sendiri. Pemerintah Manila tidak usah campur tangan,” tegas MILF. (Mel/OnIslam/ddhongkong.org).*

DDHK News

DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *