Thursday, November 15, 2018
Beranda > Dunia Islam > Muslimah Chechnya Kian Sadar Berjilbab

Muslimah Chechnya Kian Sadar Berjilbab

muslimah-chechnyaKaum Muslim Chechnya tengah menegaskan identitas keislamannya. Negara di Kaukasus Utara yang masih dikuasai federasi Rusia ini pun tengah mengalami kebangkitan Islam. Masjid-masjid dipenuhi jamaah dan jilbab kian populer di kalangan kaum Muslimah.

“Generasi ini kehilangan masa kanak-kanak karena perang,” ungkap Imam Yasrayel Ayubov dari desa Serzhen-Yurt, sebuah desa dekat Ibukota Grozny. “Selama masa perang itulah pendidikan mereka terganggu. Bila diibaratkan, mereka tumbuh dalam semalam. Namun ketika datang Islam, kalangan muda jauh lebih berpendidikan dari generasi sebelumnya,” katanya.

Desa Serzhen-Yurt merupakan kawasan yang menjadi satu bukti kebangkitan Islam. Desa ini memiliki sembilan masjid yang mampu menampung jamaah sebanyak 5.000 orang. Di desa ini pula, banyak Muslimah mengenakan jilbab.

Kebangkitan Islam di Cechnya tidak terlepas dari kampanye yang diluncurkan pemerintahan Presiden Ramzan Kadyrov. Meskipun menjadi sekutu Kremlin, ia getol mempromosikan Islam di negara yang dipimpinnya.

Melalui kebijakan Kadyrov pula, banyak masjid dan pusat studi Islam berdiri megah. Bahkan, stasiun televisi lokal juga meningkatkan durasi acara keislamannya.

“Chechnya kini aktif memposisikan diri tidak hanya sebagai bagian yang relatif otonom dari Rusia, tapi juga sebagai pusat perkembangan Islam di kawasan Kaukasus,” ungkap analis Rusia, Nikolai Petrov, dari Carnegie Moscow Center.

Semangat berjilbab pun menjadi fenomena di kalangan Muslimah. Bahkan, gadis remaja seperti Seda Makhagieva, 15 tahun, pun suka berjilbab. Awalnya ia dilarang berjilbab oleh keluarganya dengan alasan masih terlalu muda.

“Mereka bilang aku masih terlalu muda…Tapi aku tidak peduli. Aku seorang Muslimah dan memakai jilbab itu adalah kewajibanku.”

Setengah gadis di kelas sembilan Seda di desa Chechnya Serzhen-Yurt, dekat ibukota Chechnya, Grozny, sekarang memakai jilbab. Pada generasi terakhir, wanita menikah di Chechnya menutupi rambut mereka dengan syal kecil berbentuk segitiga sebagai tanda hormat dan kesopanan.

Islam masuk di kawasan Kaukasus Utara sekitar 500 tahun yang lalu. Penindasan agama di bawah komunisme membuat kaum Muslim sulit mengamalkan agama. Namun, mereka tetap Muslim. Kini masjid dipenuhi jamaah setiap hari. Jilbab menjadi semakin populer. Untuk kalangan kaum muda Chechen, Islam kini menjadi landasan identitas.

Kini ada ruang shalat di hampir setiap sekolah. Aturan berpakaian yang ketat memaksa semua siswi untuk menutupi kepala mereka di sekolah.

Tidak hanya soal jilbab, kaum Muslimah pun berusaha mematuhi ajaran Islam dalam soal “pacaran”. “Kami menyukai pria, tapi kami mengikuti aturan Islam. Allah akan memberikan pahala bagi kita dalam kehidupan selanjutnya,” kata Khedi Konchiyeva, gadis remaja berusia 15 tahun. (Mel/ Onislam.net/usatoday.com/ddhongkong.org).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *