Friday, October 20, 2017
Beranda > Dunia Islam > Pembenci Islam Terbesar di Inggris Sudah Tobat

Pembenci Islam Terbesar di Inggris Sudah Tobat

Pembenci Islam Terbesar di Inggris Sudah Tobat

Pembenci Islam Terbesar di Inggris Sudah TobatDDHK News, Inggris — Pembenci Islam terbesar, Tommy Robinson, bertobat. Pentolan English Defence League (EDL), kelompok radikal penentang Islam di Inggris, berusia 30 tahun ini secara mengejutkan mengundurkan diri dari organisasi yang didirikannya dan bergabung bersama orang-orang yang tadinya ia benci.

Seperti diberitakan Daily Mail,  Tommy Robinson mengaku secara sadar dan tanpa tekanan mengundurkan diri dari kehidupan membenci Muslim, Selasa (8/10). Rekannya sesama pendiri EDL, Kevin Carroll, juga ikut meninggalkan organisasi rasialis yang kerap menggelar aksi unjuk rasa anti-Islam itu.

Keduanya kini bergabung bersama sejumlah Muslim yang dulu amat ia benci. Keputusan mengejutkan itu ia buat setelah menghabiskan 18 bulan di penjara. Di dalam penjara itulah ia melakukan introspeksi dan mengevaluasi apa yang sudah ia kerjakan di masa lalu.

Tommy kini bekerjasama dengan Maajid Nawaz, mantan anggota Hizbut Tahrir Inggris, dalam sebuah organisasi think-tank bernama Quilliam. Organisasi ini dibentuk untuk menentang kelompok-kelompok ekstrem.

Menurut Nawaz dengan mundurnya Tommy, kelompok EDL yang merupakan kelompok anti-Islam terbesar di Inggris, kini seolah-olah sudah pincang. Bahkan, Tommy sendiri menyebut orang-orang yang masih berpikiran radikal dan ekstrem membenci kelompok lain adalah orang yang bodoh.

“Sekarang saya berpendapat bahwa melawan kelompok seperti itu bukan dengan cara kekerasan, namun dengan ide-ide demokratis yang lebih baik,” ujarnya saat jumpa pers. (dailymail.co.uk/inilah.com).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *