Saturday, September 23, 2017
Beranda > Indonesia > Penampungan TKI Tak Selalu Nyaman

Penampungan TKI Tak Selalu Nyaman

Bagi TKI, tinggal di penampungan milik PJTKI memberi harapan akan segera dialokasikan di tempat kerja. Tapi selama di penampungan, penyiksaan bisa jadi sudah dimulai. Beberapa tempat penampungan TKI tampak seperti penjara.

Warga sekitar pun tak tahu apa aktivitas di dalam tempat tersebut. Apa sebetulnya yang terjadi di tempat penampungan bagi TKI? Reporter KBR68H Irvan Imamsyah mendatangi beberapa tempat penampungan TKI di Ciracas, Jakarta Timur.

Bangunan bertembok hijau dengan pagar setinggi dua meter itu adalah tempat penampungan sementara TKI. Di papan depan, tertulis PT Andromeda Graha. Letaknya di Ciracas, Jakarta Timur. Di depannya ada satpam, memastikan tak sembarang orang masuk.

Warga baru tahu bangunan digunakan sebagai tempat penampungan TKI, ketika pengelola meminta persetujuan warga. Persetujuan tak didapat, tapi kegiatan penampungan TKI terus berlanjut.

Preman
Haruman, warga yang tinggal di seberang bangunan itu, sempat protes karena menggunakan jalan sempit depan rumahnya untuk latihan mengemudi para TKI. Gara-gara protes, Haruman malah dikirimi preman.

“Terus tak lama datang berapa motor. Grang-grung dan masuk ke rumah. Langsung masuk menyerang. Pada saat masuk ke sini dengan kondisi itikad dia yang tak baik. Tak lama orang Polda datang, pakai mobil pribadi. Orang Polda itu bilang begini: ‘Sudah angkut-angkutin aja tuh keluarga, angkutin semua.’ Dua mobil polisi dan dua mobil koramil, masuknya ke sana semua. Kita keluarga di sini saja. Soalnya prosedur sudah, kita lapor ke RT dan dan sebagainya. Dia buat visum, dan kita juga buat laporan ke polisi.”

Warga juga sering mendengar suara TKI yang menangis atau menjerit histeris. Meski menganggu kenyamanan warga, Ketua RT Sarno mengaku tak bisa berbuat apa-apa.

“Warga 13 tak ada masalah. Orang urusannya dari PT. Kalau misalnya ada kejadian, itu warga sini tak ada masalah. Itu bukan tanggung jawab RT, itu urusan PT. RT tak bisa bikin apa-apa.”

Stres
Tak jauh dari PT Andromeda, ada lagi tempat penampungan TKI. Namanya PT Indokarya Graha. Di tempat yang dijaga satpam bernama Udin ini ada banyak TKI yang stres. Itu lantaran banyak TKI yang masih punya persoalan keluarga.

Begitu masuk penampungan, mereka tak punya kesempatan untuk menyelesaikannya.

“Ada juga yang tengah menghadapi masalah seperti suami yang tak mau bekerja. Sehingga pemasukan keluarga tak ada. Beban bini. Ada juga yang lakinya kawin lagi.”

Kabur
Kalau sudah stres, banyak juga calon TKI yang mencoba kabur. TKI yang berhasil lolos biasanya langsung diburu. Perusahaan penampungan TKI seringkali minta bantuan warga sekitar dengan iming-iming uang 200 ribu rupiah.

Wati, salah seorang warga sekitar pernah didatangi Simon, satpam PT Indokarya Graha yang tengah memburu TKI.

“Ada yang pakai daster, ada yang pakai kain doang kaburnya. Kakinya belepotan tanah karena hujan. Tak lama Simon datang: ‘Lu pada lihat perempuan kabur ndak?’ Hah barusan saja mon. ‘Haah elu tolol, duit itu. Sialan. Kalau nangkap satu orang dua ratus, dapat lima orang satu juta ya lumayan.”

Sayang, ini tak bisa dikonfirmasikan ke pemilik tempat penampungan. Udin menolak memberikan nomor telfon bosnya. Sedang Dirman, pegawai tempat penampungan PT Andromeda Graha, membantah ada praktek seperti itu di tempatnya.

Tertutup
Masih di wilayah Ciracas, Jakarta Timur, ada satu lagi tempat penampungan TKI, PT Bajri Putra Mandiri. Semuanya serba tertutup, dengan hanya satu pintu yang dijaga satpam.

Pengunjung hanya bisa masuk sampai di ruang penerima tamu. Pintu pun diberi pengaman elektronik, hanya bisa dibuka dengan memindai sidik jari pemilik dan beberapa karyawan. Di sini ada 300-an TKI yang ditampung. Kapasitas ruangan sebetulnya mencapai lebih dua kali lipatnya.

Salah satu calo TKI, Arif mengatakan, jumlah TKI yang ada makin sedikit, sejak kasus penyiksaan TKI Sumiyati di Arab Saudi ramai diberitakan media. Biasanya Arif mendapat tambahan 15-20 juta per bulan, karena biasa membawa lima TKI ke tempat penampuangan. Sekarang, turun.

“Sebelum bulan puasa, harga satu kepala TKI mencapai 6,5 juta rupiah. Kemarin gue masukin dua lumayan. Gue kasih TKInya 1,5 juta untuk uang jajan sampai dia berangkat. Untuk sponsor luarnya dua juta. Bersihnya gue pegang tiga juta per orang.”

Barang dagangan
Bagi calo, TKI tak ubahnya barang dagangan. Untuk memberangkatkan satu orang TKI ke Timur Tengah, PJTKI seperti tempat kerja Arif ini mendapat uang sebesar 1350 dollar Amerika, setara 12 juta rupiah.

Uang ini datangnya dari agen jasa tenaga kerja di Timur Tengah. Uang itulah yang digunakan untuk membiayai makan TKI selama di penampungan. Juga untuk biaya latihan kerja para TKI di Balai Latihan Kerja BLK milik BNP2TKI.

“Per visanya 1350 dollar. Hitungannya habis delapan jutaan sama tiket. Kita ngepressnya dari pemberangkatan. Tiket beli yang murah 300 dolar atau 2,5 juta. Sisa 1050 dolar. Itu untuk fiscal,BLK, pasporan, medikal. Sisanya sudah.”

Perlindungan TKI
Setiap bulan, PT Bajri Putra Mandiri bisa memberangkatkan 300 TKI ke Timur Tengah. PJTKI mendapat keuntungan bersih sekitar 2,5 juta rupiah lebih untuk setiap TKI yang dikirim ke sana. Meski mendapat keuntungan besar, PJTKI mengabaikan perlindungan dan kesejahteraan TKI.

Bekas TKI, Haryatin mengaku, penampungan seperti penjara.

“Nggak boleh keluar. Di dalam terus. Tapi kalau ada yang jenguk ada jam besuknya. Nggak tahu saya mungkin hari Minggu jam besuknya, karena saya juga tak pernah ada yang jenguk. Mungkin cuma sponsor. Kalau ada sponsor, ya dipanggil.”

Hanya kangkung
Cerita lain datang dari Susilowati, juga bekas TKI. Katanya, di dalam penampungan, TKI mendapat jatah makan tiga kali sehari. Menunya tak tentu, kadang hanya sayur kangkung dan terung. Susilowati menambahkan, calon TKI ada juga yang dapat pelatihan praktek kerja.

Tapi, ia heran karena hanya yang berparas cantik yang dipilih pengelola penampungan.

“Kamu siap-siap nanti ada jemputan. Di suruh piket di rumah bapak ini namanya. Habis itu sudah berangkat. Yang cantik yang masih muda. Tak pakai seragam. Hanya bawa baju satu atau dua stel aku tak berani tanya ke mereka. Saya sering lihat teman-teman dibawa. Seumpama bekerja di rumah pak Abdul. Kata teman di situ enak. Sehari dapat 20 ribu atau 15 ribu.”

Nining juga bekas TKI di Arab Saudi. Menurut dia, penampungan TKI lebih terkesan sebagai tempat untuk jual beli manusia.

“Dari hasil saya lihat, kebanyakan PJTKI punya prinsip begini. Dia membeli kita ke sponsor. Jadi kalau TKI sudah masuk ke penampungan. Jadi semau dia. Kita diibaratkan seperti ini. Saya sih terang-terangan saja, menurut saya TKI hanya jadi sapi perah dan perdagangan manusia.”

Perlakuan buruk
Perlakuan-perlakuan buruk yang diterima TKI di penampungan membuat LSM buruh migran Migrant Care bergerak. Staf Divisi Advokasi Migrant Care Nur Harsono.

“Kita menolak penampungan, karena lebih dekat dari penyekapan. Karena pintu yang tertutup, terkunci. Praktis mereka terisolasi oleh keadaan. Murni penyekapan dan ini akan mempengaruhi pola pikir TKI, pengaruhi kesehatan mereka. Psikologi mereka. Dan mereka jadi tak berdaya di hadapan PJTKI. Dan ketika keluar mereka jadi penurut.”

Pemerintah baru bergerak memeriksa tempat penampungan TKI akhir November lalu. Ketika itu ada laporan penyekapan TKI di bawah umur asal Dompu NTT di Condet. Juru Bicara Kementerian Tenaga Kerja Suhartono mengatakan, hasil pemeriksaan itu masih dievaluasi.

“Kami melakukan sidak berdasarkan laporan dari masyarakat. Nah kita melakukan peninjauan ke sana. Ada perusahaan terus kita sidak. Ini sebetulnya akan menyeluruh, semua PJTKI dan penampungan akan dievaluasi dan aka ada peninjauan lapangan. Ini sebetulnya hal yang rutin kita lakukan. Tindak lanjut banyak. Dan kita pun masih lakukan evaluasi.”

Seraya berharap menunggu aksi pemerintah, tempat-tempat penampungan TKI masih akan terus ada. Mengundang curiga, tanpa jelas apa kegiatan di dalamnya. (Radio Nederland Wereldomroep).

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan. Profil Selengkapnya
http://www.localhost/project/personal/ddhongkong.org/ddhongkong.org/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *