Tuesday, September 19, 2017
Beranda > Ragam > Pendirian Masjid Indonesia di Brisbane Terkendala Izin

Pendirian Masjid Indonesia di Brisbane Terkendala Izin

Pendirian Masjid Indonesia di Brisbane

Pendirian Masjid Indonesia di BrisbaneDDHK News, Australia — Komunitas Muslim Indonesia yang tergabung dalam Indonesian Muslim Centre of Queensland (IMCQ) menunda niat mewujudkan impian memiliki masjid dan Islamic Center, menyusul keputusan Dewan Kota Brisbane (BBC) tidak memberikan izin.

Presiden IMCQ, Hamid Mawardi, dalam email-nya kepada inilah.com mengatakan, Muslim Indonesia sepakat menangguhkan pembangunan masjid di Rocklea dan memindahkan kegiatan ke fasilitas yang disediakan BBC.

“Kami akan mencari lahan baru di luar Rocklea, agar mendapatkan ijin BBC dan wakaf yang diberikan jamaah dapat dipertahankan,” tulis Mawardi.

IMCQ, masih menurut Mawardi, juga akan menerbitkan proposal baru, yang salah satunya akan disampaikan Komite IMCQ ke Presiden RI Joko Widodo saat datang ke Brisbane untuk Pertemuan G20. IMCQ juga akan melaporkan perkembangan terkini Islamic Center di Rocklea kepada presiden.

IMCQ berdiri tahun 2012. Sejak berdiri, Komite IMCQ melakukan kegiatan penggalangan dana untuk pembangunan masjid. Tahun 2013, IMCQ mendapatkan lahan yang cukup untuk pembangunan Islamic Center dan masjid.

Islamic Center dibangun lebih dulu dan berfungsi sebagai pusat kegaitan keislaman; sholat Jumat, pengajian, Mabit, itikaf, rapat, dan penggalangan dana.

Kesulitan muncul ketika isu negatif tentang Islam dan Muslim merebak. Islamic Center di Brisbane juga menjadi sasaran serangan vandalisme pada 23 September 2014, dan menjadi perhatian pers lokal.

BCC merespon situasi dengan meminta IMCQ menghentikan aktivitas di Islamic Center. IMCQ melobi BCC untuk mencari solusi.

BCC menegaskan tidak memperkenankan pendirian Islamic Center yang berfungsi sebagai community center dan tempat ibadah di zona permukiman. Islamic Center saat ini, dalam ruang kota Brisbane, terletak di wilayah permukiman.

BBC tidak sekadar melarang, tapi memberi solusi, yaitu menawarkan Kuraby Scout Hall — gedung milik BCC yang tidak terpakai di Wally Tate Park — untuk kegiatan IMCQ. Kuraby hanya berjarak beberapa puluh meter dari Masjid Al Farooq, dan hanya membayar premium asuransi antara 500 sampai 1.000 dolar per tahun.

“Kami bisa saja melawan lewat pengadilan, tapi biaya pengacara mahal belum tentu menang,” ujar Mawardi.

Menurutnya, alangkah lebih baik memindahkan kegiatan ke Kuraby, seraya terus berupaya mewujudkan impian membangun Masjid Indonesia di Brisbane.*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan. Profil Selengkapnya
http://www.localhost/project/personal/ddhongkong.org/ddhongkong.org/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *