Saturday, August 19, 2017
Beranda > Indonesia > Penempatan TKI ke Hong Kong Dibenahi

Penempatan TKI ke Hong Kong Dibenahi

TKI Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) memperbaiki proses penempatan tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Hong Kong. Perbaikan fokus terkait peningkatan gaji dan perlindungan bagi TKI.

Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja (Binapenta) Kemenakertrans, Reyna Usman, mengatakan, jumlah TKI yang bekerja di Hong Kong hingga Juli 2012 mencapai 150.000 orang. Namun, sebagian besar merupakan TKI yang bekerja di sektor domestik (rumah tangga).
Diakuinya, selama ini terdapat beberapa masalah yang harus segera ditangani, karena sebagian besar menimbulkan kerugian bagi TKI.
“Dibutuhkan kerja sama yang baik oleh pemangku kepentingan untuk memberikan perlindungan dan kesejahteraan yang lebih baik bagi TKI. Perlu adanya jaminan terpenuhinya hak-hak TKI dan pihak Hong Kong juga perlu turut menciptakan kondisi kerja yang baik,” katanya.
Pekan lalu Kemenakertrans menerima perwakilan dari perusahaan agen/penempatan tenaga kerja asing di Hong Kong (APPIH) serta perwakilan dari Konsulat Jenderal RI (KJRI) Hong Kong. Pertemuan membahas sejumlah masalah dalam penempatan TKI ke Hong Kong, termasuk solusinya.
Permasalahan gaji di bawah standar, dokumen TKI yang ditahan pihak majikan, pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak, tidak ada hari libur, dan lainnya dibahas untuk dirumuskan penyelesaiannya.
“Kita sudah membicarakan permasalahan yang ada dan bersama-sama mencari solusinya. Respons dari pihak Hong Kong, khususnya perusahaan agen tenaga kerja setempat, sejauh ini cukup baik. Kita siap membahas upaya perbaikan penempatan TKI ke Hong Kong di masa mendatang,” ujar Reyna.
Sebagai pendukung, lanjutnya, Menakertrans Muhaimin Iskandar sudah menerbitkan Keputusan Menakertrans Nomor 98 Tahun 2012 tentang Komponen dan Besaran Biaya Penempatan Calon TKI Sektor Domestik ke Hong Kong. Ketentuan ini bisa menjadi acuan atau pedoman hukum dalam penempatan dan perlindungan TKI ke Hong Kong.
“Kerja sama antara Indonesia dan Hong Kong yang sudah berjalan baik perlu terus ditingkatkan, terutama terkait pelayanan dalam penempatan dan perlindungan TKI ke Hong Kong, sehingga bisa lebih baik ke depan,” ucap Reyna.
Secara terpisah, masih terkait masalah penempatan tenaga kerja, Menakertrans Muhaimin Iskandar mengatakan, program padat karya yang diusung Kemenakertrans pada 2012 menargetkan bisa menyerap 11.264 tenaga kerja.
Sasaran utama program padat karya ini di wilayah pedesaan di seluruh Indonesia atau yang memiliki tingkat pengangguran tinggi. Program padat karya terbagi menjadi dua, yaitu padat karya produktif dengan target penyerapan 8.184 tenaga kerja serta padat karya infrastruktur sebanyak 3.080 tenaga kerja.
“Pelaksanaan program padat karya bertujuan menyerap pengangguran di pedesaan serta meningkatkan daya beli dan membantu pertumbuhan ekonomi di desa,” katanya. (Suara Karya)

 

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan. Profil Selengkapnya
http://www.localhost/project/personal/ddhongkong.org/ddhongkong.org/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *