Friday, December 15, 2017
Beranda > Dunia Islam > Polisi New York Awasi Ketat Mahasiswa Muslim

Polisi New York Awasi Ketat Mahasiswa Muslim

Kepolisian New York (NYPD) Amerika Serikat mengawasi ketat gerak-gerik para mahasiswa Muslim. NYPD bahkan mengirim intelijen untuk memonitor segala kegiatan para mahasiswa.

Laporan itu dipicu cerita seorang mahasiswa bernama Adeela Khan yang menerima surat undangan untuk menghadiri sebuah konferensi Islam di Toronto, Kanada. Khan mengirim undangan itu kepada rekan sesama Muslim di sebuah universitas di Buffalo.

Ternyata undangan yang disebar melalui email itu sudah dilacak oleh NYPD. Alhasil, nama Khan masuk dalam daftar yang dibuat oleh NYPD dan dilabeli “SECRET” atau “Rahasia”. Dokumen soal Khan diterima langsung oleh Komisioner NYPD Raymond Kelly.

Laporan itu beserta beberapa dokumen lainnya diperoleh oleh kantor berita AS, Associated Press. Dokumen-dokumen itu memperlihatkan berbagai divisi intelijen NYPD memfokuskan operasi mereka sebagai bagian dari program melakukan pengawasan yang ditargetkan kepada Muslim New York.

NYPD bahkan mengawasi sebuah website yang dibuat sekelompok mahasiswa Muslim di Yale, University of Pennsylvania, Rutgers, dan 13 universitas lain yang berada di wilayah pesisir Timur.

Polisi bahkan berkordinasi dengan otoritas lokal untuk mengawasi seorang dosen di Buffalo dan mengirim agen yang sedang menyamar, ke sebuah acara alam universitas. Parahnya, agen-agen ini bahkan mencatat berapa kali para mahasiswa ini melakukan shalat.

Saat ditanya mengenai pengawasan ini, juru bicara kepolisian Paul Browne langsung menyodorkan 12 nama orang yang ditangkap atau didakwa hendak melakukan aksi teror di AS dan luar negeri.

“Kami melakukan penangkapan terhadap Jesse Morton, yang bulan mengaku bersalah melayangkan ancaman kepada kreator acara televisi ‘South Park’. Dia (Morton) bahkan berusaha merekrut pengikutnya di Stony Brook University di Long Island,” ucap Brown seperti dikutip oleh Associated Press, Selasa (21/2).

Namun perilaku pihak NYPD ini adalah sebuah pelanggaran berat dari hak para mahasiswa. “Saya melihat ada pelanggaran hak dalam tindakan ini,” tutur seorang mahasiswa Tanweer Haq.

“Tidak ada yang ingin masuk dalam daftar FBI atau NYPD atau apa pun. Mahasiswa Muslim ingin hidup mereka sendiri dengan privasi mereka terjaga serta menikmati kebebasan dan kesempatan seperti dimiliki orang lain,” lanjutnya.

Walikota New York, Michael Bloomberg, berulangkali berkilah bahwa pihak kepolisian hanya mengikuti laporan resmi tentang dugaan aktivitas kriminal.

Dewan Hubungan Amerika Islam (CAIR) menyerukan adanya perlindungan hak asasi bagi mahasiswa muslim. CAIR memrotes kegiatan NYPD yang memata-matai kegiatan organisasi mahasiswa Islam. “Kegiatan tersebut tampaknya inkonstitusional dan ilegal,” kata Direktur Komunikasi Nasional CAIR.

Kelompok hak asasi manusia mengecam pengawasan polisi pada mahasiswa muslim dan menganggap hal itu merupakan pelanggaran hak sipil dan agama. Seorang mahasiswa muslim dari Hackensack, Hussain, mengatakan, para mahasiswa muslim telah mencoba untuk membaur di masyarakat. Namun, tindakan NYPD membuat mahasiswa merasa terasing di AS. (Mel/AP/Ndtv/ddhongkong.org).*

DDHK News

DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *