Sunday, December 17, 2017
Beranda > Hong Kong > RainLily Hong Kong: Pelecehan Seksual Dapat Terjadi Kapan Saja

RainLily Hong Kong: Pelecehan Seksual Dapat Terjadi Kapan Saja

EOC Hong Kong Pelecehan

EOC Hong Kong PelecehanDDHK News, Hong Kong — Banyak orang berpikir kalau kejahatan seksual terjadi pada malam hari, dalam keadaan sepi dan gelap, mungkin pelakunya terlihat bengis dan menakutkan lalu korbannya pasti wanita muda dan seksi.

“Pada kenyataanya pelecehan seksual itu dapat terjadi pada siapa saja, kapan saja, di mana saja, dan bahkan pelaku justru kebanyakan adalah orang yang kita kenal,” kata Janice Chan dari RainLily saat mengisi lokakarya pelecehan seksual di 19/f City Plaza¬† Taikoo Shing, Kantor Equal Oppurtunities of Commision (EOC) Hong Kong, Ahad (29/3).

Berdasarkan data statistik kepolisian Hong Kong tahun 2012 kasus pelecehan seksual hanya 7 persen, padahal kenyataanya RainLily menghimpun 93 persen adalah kasus perkosaan.

Menurut Janice, banyak sekali korban pelecehan seksual yang tidak mau melapor ke polisi dikarenakan adanya alasan malu dan takut sebab itu aib. Mungkin juga karena ketidak tahuan korban tentang bagaimana menangani kasusnya padahal polisi hanya akan memproses kasus tersebut.

“Jika ada laporan dari korban, maka pelaku bisa ditangkap untuk diproses agar mempertanggungjawabkan perbuatanya. Jika tidak ada laporan, mungkin pelaku akan semakin semena-mena dan akan ada korban lain lagi,” katanya.

Janice juga menjelaskan bagaimana cara menangani kasus korban pemerkosaan dan pelecehan seksual serta menjelaskan bagaimana melindung diri jika kejadian itu akan menghampiri kita.

Dipaparkan, jika menjadi korban pelecehan atau perkosaan, maka sebaiknya korban langsung saja ceritakan kejadian tersebut kepada orang terdekatnya yang dapat dipercaya menjaga rahasianya. Usahakan secepatnya melapor ke polisi  dan kumpulkan bukti visum.

“Sebelum visum jangan mandi dan jangan membuang pakaian yang menjadi alat bukti saat kejadian,” jelasnya.

“Untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual maka katakanlah tidak kepada pelaku dengan tegas dan jika pelaku terus memaksa maka berteriaklah sekenceng mungkin dan usahakan lari menjauhi pelaku serta gunakan alat yang ada pada diri anda seperti payung, tas, sepatu dan lainnya untuk membela diri dan segera lari mencari tempat aman untuk minta pertolongan,” pungkasnya.

Menurut salah satu peserta yang juga Ketua Union Migran Indonesia di Hong Kong (UNIMIG HK), Lia Ceria, acara ini sangat bagus dan banyak manfaatnya.

Lokakarya yang diadakan oleh Equal Oppurtunities of Commision ini menambah wawasan pada Buruh Migran Indonesia (BMI) di Hong Kong. “Sebab sangat minim sekali BMI yang mengetahui tentang pelecehan seksual di bawah hukum Hong Kong,” katanya.

Ia menambahkan, dengan adanya penjelasan dari RainLily menambah keberanian para wanita untuk dapat melaporkan jika ada kasus pelecehan seksual yang menimpanya.

Acara ini juga dihadiri sekitar 35 orang BMI HK dan dimeriahkan dengan drama pelecehan seksual oleh Aliansi Migran Progresif Hong Kong (AMP HK). (Tati Tia Surati/localhost/project/personal/ddhongkong.org/ddhongkong.org).*

DDHK News

DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *