Saturday, September 23, 2017
Beranda > Dunia Islam > Revolusi Arab Menuju Tatanan Baru Berdasarkan Islam

Revolusi Arab Menuju Tatanan Baru Berdasarkan Islam

Revolusi Arab yang melanda Mesir, Tunisia, Libya, dan gejolak di Yordania, Yaman, Bahrain, dan negara Arab lainnya mengindikasikan geliat kebangkitan umat Islam di sana guna menata kembali kehidupan mereka berdasarkan Islam. Formulasi baru tatanan Islam tengah disinkronkan dengan sistem politik modern.

“Islam bukanlah sebuah garis merah yang tidak bisa diseberangi,” kata Ghazi Ghrairi, mantan menteri luar negeri Tunisia, kepada Hindustan Times, di sela-sela Forum Internasional untuk Transisi Demokrasi di ibukota Maroko, Rabat, 16-17 September lalu. Ghrairi sekarang menjadi juru bicara Otoritas Tinggi Tunisia untuk Pencapaian Tujuan Revolusi yang dibentuk setelah Presiden Zine El Abidine Ben Ali digulingkan.

“Islam akan menjadi rujukan,” katanya. Rakyat Tunisia menggulingkan diktator Ben Ali pada Januari dan semangat revolusi mereka menyebar tersebar di seluruh dunia Arab. Tunisia kini dijadwalkan untuk menggelar pemilu pada 23 Oktober 2011.

Banyak pemimpin revolusi Arab percaya, tidak semuanya harus berbau “impor Barat”. (Mel/ hindustantimes.com).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan. Profil Selengkapnya
http://www.localhost/project/personal/ddhongkong.org/ddhongkong.org/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *