Thursday, October 18, 2018
Beranda > Dunia Islam > Rusia Sebut Serangan Barat di Libya sebagai Perang Salib Abad Pertengahan

Rusia Sebut Serangan Barat di Libya sebagai Perang Salib Abad Pertengahan

DDHK News — Rusia mengecam serangan militer Barat di Libya dan menyebutnya sebagai Perang Salib abad pertengahan. Perdana Menteri Rusia, Vladimir Putin, mengutuk resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) hingga terjadi aksi militer yang dilakukan Barat, termasuk Amerika Serikat, di Libya.

“Resolusi Dewan Keamanan itu, tentu saja, cacat dan tidak sah,” kata kantor berita Rusia mengutip keterangan Putin kepada pekerja pada kunjungan ke salah satu pabrik peluru kendali di negara tersebut, Senin (21/3).

“Bagi saya, itu menyerupai seruan perang salib pada abad pertengahan ketika seseorang menarik orang lain untuk pergi ke tempat tertentu dan membebaskan yang lain,” ujarnya.

Putin juga mengecam aksi pamer kekuatan Amerika Serikat di Libya. Tindakan itu disebut di “luar nalar atau tak bernurani”.

“Saya prihatin tentang kemudahan itu, yang menghasilkan keputusan menggunakan kekerasan,” kata Putin seperti dikutip mengacu pada gerakan antarbangsa saat ini di Libya.

Ia mencatat Amerika Serikat telah mencampuri urusan negara lain seperti melibatkan diri di bekas Yugoslavia, Afghanistan, dan Irak. “Semua itu dengan kedok melindungi kedamaian warga. Di mana nalarnya? Di mana nuraninya? Tidak salah satu di antara keduanya,” kata Putin.

Putin juga mengatakan, peristiwa di Libya menunjukkan bahwa Rusia telah mengambil keputusan yang tepat dalam memperkuat kemampuan tentaranya. Ia merujuk pada rencana besar persenjataan senilai 650 miliar dolar Amerika Serikat.

“Peristiwa saat ini di Libya membuktikan bahwa kita melakukan segalanya dengan benar dalam rangka memperkuat kemampuan tentara Rusia,” katanya.

Ia juga mengumumkan, Rusia merencanakan menggandakan pembuatan tata peluru kendali strategis dan taktis mulai 2013.

Rusia tak setuju dengan resolusi PBB yang memungkin dilakukan aksi militer ke Libya. Tapi, Rusia dan Cina tak menggunakan hak vetonya atas resolusi tersebut.

Intervensi militer Barat di Libya dimaksudkan untuk mencegah tentara Khadafi menyerang warga sipil yang berunjuk rasa meminta Khadafi mundur, namun korban jatuh akibat gempuran serangan udara Barat kebanyakan warga sipil. Serangan Barat juga tidak dimaksudkan untuk menggulingkan rezim Khadafi. (Mel/Antara/Metrotvnews).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *