Saturday, September 23, 2017
Beranda > Dunia Islam > RUU Tennessee Akan Penjarakan Pengikut Syariat Islam

RUU Tennessee Akan Penjarakan Pengikut Syariat Islam

DDHK News — Sebuah Rancangan Undang Undang (RUU) di negara bagian Tennessee, Amerika Serikat, menetapkan syariah atau hukum Islam sebagai kejahatan besar dengan sanksi pidana 15 tahun penjara.

Senator Bill Ketron (Murfreesboro) dan Judd Matheny (Tullahoma), keduanya dari parta Republik, memperkenalkan RUU yang sama di Senat dan Kongres Amerika pekan lalu.

RUU menyebutkan hukum Shariah “membahayakan keamanan dalam negeri” dan memberikan kewenangan kepada Jaksa Agung untuk menyelidiki keluhan dan memutuskan siapa yang mempraktikkan ajaran Islam itu.

Seperti diwartakan situs The Tennessean (23/2), kepatuhan kepada syariah Islam akan dianggap sebagai pelanggaran, termasuk praktik keagamaan seperti mencuci kaki (wudhu) dan shalat. Perancang UU itu menuding penganut hukum Syariah ingin mengganti Konstitusi AS dengan hukum agama mereka. Selusin negara bagian lainnya sedang mempertimbangkan aturan anti-Syariah.

Imam Mohamed Ahmed dari Islamic Center di Nashville di South Avenue 12 mengatakan, Islam mengajarkan pengikutnya untuk mematuhi hukum negara. “Hukum Syariah mengajarkan nilai-nilai moral,” katanya.

“Apa saya jangan mematuhi hukum syariah?” tanyanya retoris. “Syariat Islam melarang saya mencuri. Apakah Anda ingin saya melanggarnya dengan mencuri dan merampok bank?”

Menurut sang penggagas, Judd Matheny, dirinya khawatir aspek-aspek hukum Syariah mungkin berkonflik dengan Konstitusi AS, namun ia tidak berniat untuk menjaring praktek-praktek seperti wudhu dan berpuasa. Ia mengatakan akan mengubah materi RUU itu sebelum meminta legislatif untuk mempertimbangkannya.

UU anti-Syariah di sebagian besar di negara bagian lain akan melarang pengadilan mengutip hukum Syariah. Pemilih Oklahoma menyetujui referendum pada November yang melarang pengadilan negara menggunakan hukum Syariah dalam putusan mereka.

Seorang hakim federal memblokir hukum Oklahoma untuk dilaksanakan, menunggu gugatan federal yang mengklaim UU itu inkonstitusional. RUU Tennessee melangkah lebih jauh dengan mengusulkan hukuman pidana untuk pengikut Syariah Islam.

Menurut Matheny, RUU itu akan menjadi model yang diberikan kepadanya oleh Tennessee Eagle Forum , sebuah kelompok advokasi konservatif.

Selah Sbenaty, anggota Islamic Center Murfreesboro, menilai sang legislator negara bagian memiliki masalah yang lebih besar yang perlu dikhawatirkan ketimbang mengurusi hukum syariah.

Dia berharap, mereka akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk memperbaiki perekonomian negara dan bukan menghabiskan waktu untuk mengkhawatirkan tentang Islam.

“Saya yakin RUU ini adalah buang-buang uang pajak kita, dan saya yakin RUU itu tidak akan berlalu,” katanya. “Orang-orang Tennessee itu baik, penuh kasih, ramah, dan tidak mentolerir kefanatikan.” (Mel/The Tennessian/ddhongkong.org).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan. Profil Selengkapnya
http://www.localhost/project/personal/ddhongkong.org/ddhongkong.org/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *