Thursday, November 15, 2018
Beranda > Hong Kong > Safir Senduk: Kaya Itu Soal Mengelola Keuangan

Safir Senduk: Kaya Itu Soal Mengelola Keuangan

Untuk menjadi kaya bukan dari frekuensi dan value pendapatan seseorang, melainkan bagaimana cara dia mengelola keuanganya. Tips ini dikatakan konsultan keuangan, Safir Senduk, dalam seminar “Tips Mengelola Uang: Siapa Bilang BMI Nggak Bisa Kaya?” yang diadakan hasil kerjasama Lentera Sukses Organisasi (LSO), Bank Mandiri cabang Hong Kong, dan didukung oleh Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) serta para sponsor lainya di Dance Cafe, Fortress Hills, Hong Kong, Minggu (31/7).

Ratusan pesrta dari kalangan BMI HK tampak sangat antusias mengikuti acara, terutama saat penyampaian materi tentang siapa kita dan apa posisi kerja: sebagai karyawan, profesional, atau pengusaha.

“Ketiganya memiliki perbedaan frekuensi dan value pendapatan, tetapi definisi kaya terletak pada bagaimana kita bisa menyisihkan penghasilah untuk investasi harta produktif, bukan hanya yang bersifat konsumtif,” kata Safir Senduk.

Sufir juga menjelaskan, pola pengelolaan uang sangat dipengaruhi oleh karakter seseorang dan karakter tersebut di pengaruhi cara berfikir (otak) yang di dalamnya terbagi dua, yaitu otak kiri (melakukan hal logika/sadar) dan otak kanan (instink/tidak sadar).

Orang yang dominan otak kirinya cenderung berpikir manfaat sebelum bertindak. Sedangkan otak kanan cenderung mendahulukan kesukaan.

“Tapi bukan berarti yang dominan otak kanan itu buruk ataupun sebaliknya, namun harus lihat di mana kita harus menggunakan otak kiri atau kanan tersebut, misalnya saat kita melihat barang bagus di toko, gunakan otak kiri, perlukah kita beli? Jangan karena suka tapi karena butuh. Sedangkan jika kita bekerja sebagai pembangun jalan tol misalnya, ya gunakan otak kanan. Karena jika menggunakan otak kiri, mau kapan kelarnya ‘kan? Mikir dan mempertimbangkan lama,” paparnya dengan mimik lucu yang disambut tawa dari peserta seminar.

Safir juga menyampaikan tentang pola keuangan, kiat mengelola keuangan, cerdas pengeluaran, pilih investasi, dan membuka usaha. Materi seminar ditutup dengan sesi tanya jawab dan pembagian doorprize dari para sponsor.

“Kesan saya sangat senang melihat keantusiasan BMI megikuti seminar yang mendidik seperti sekarang ini. Semoga lebih banyak diadakan hal seperti ini agar bisa menjadi bekal mereka hingga pulang kelak, tidak hanya dalam hal keuangan saja ya.. entah itu agama, pendidikan, kepenulisan, dan lainya,” pungkas Sufir seusai acara kepada DDHK News.

“Kendalanya agak susah ya mengajak kawan BMI ke acara seminar seperti ini. Mereka cenderung lebih menyukai even hiburan semacam musik dan sebagainya, tapi kami jadikan ini tantangan, karena bagaimanapun pengetahuan itu penting bagi kita,” ujar ketua panitia acara, Bustami dari LSO.

“Harapanya semoga dengan adanya seminar ini, kawan-kawan BMI HK lebih pandai mengatur uang hasil kerja sehingga bisa memiliki masa depan yang lebih baik,” pungkas Bustomi. (Anita Sri Rahayu/Hong Kong).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *