Monday, July 23, 2018
Beranda > Indonesia > Seskab Dipo Alam Juluki Tokoh Agama sebagai Gagak Hitam

Seskab Dipo Alam Juluki Tokoh Agama sebagai Gagak Hitam

Sekretaris Kabinet Dipo Alam menjuluki tokoh-tokoh lintas agama yang mengkritisi kinerja pemerintah sebagai gagak hitam. Hari ini ia mengingatkan tokoh lintas agama Din Syamsuddin dan Romo Benny Susetyo –yang disebutnya sebagai gagak hitam itu– tidak memainkan kartu kontroversi Ahmadiyah karena bisa melebar ke arah konflik horisontal.

“Jangan mempolitisasi dan memperkeruh keadaan, karena hal ini berpotensi melebar ke arah konflik horisontal,” katanya di Jakarta, Minggu. Ia mengomentari pernyataan Din Syamsuddin yang mendesak ketegasan Pemerintah Pusat soal larangan Ahmadiyah.

Dipo Alam menganjurkan agar Din dan Romo Benny melakukan syiar atau penggembalaan kepada umatnya dalam kesejukan toleransi beragama, bukan sebaliknya mengobarkan kegaduhan kerukunan umat beragama.

Tentang adanya sejumlah pemerintah daerah yang melarang kegiatan Ahmadiyah, Din Syamsudin mendesak ketegasan Pemerintah pusat soal larangan tersebut.

“Desakan Din Syamsudin ke Pemerintah Pusat salah alamat,” kata Dipo. Karena dari awal Pemerintah sudah menerbitkan SKB 3 Menteri untuk pengaturannya, tinggal masyarakat di daerah menjalankan dan mematuhi kesepakatan dalam SKB 3 Menteri tersebut.

Dipo Alam mengajak semua pihak agar konsekuen menjalankan kesepakatan SKB 3 Menteri soal kontroversi Ahmadiyah.

Ia menilai, upaya meredakan konflik kekerasan antar umat Islam dan warga Ahmadiyah dapat dicegah oleh pimpinan Pemerintah Daerah di tingkat provinsi, kabupaten, walikota dan kecamatan sampai ke kepala desa.

“Karena merekalah yang paling tahu keadaan dan bertangunga jawab terhadap kerukunan warganya,” kata aktivis mahasiswa tahun 1975 itu.

Menjawab pertanyaan mengenai tokoh lintas agama yang liberal “membela” warga Ahmadiyah, misalnya kegigihan Romo Benny Susetyo yang terang-terangan mendukung Ahmadiyah, Dipo mengingatkan agar kelompok gagak hitam berbulu merpati putih –yang mengaku gerakan moral tapi sebenarnya gerakan politik– tidak memperkeruh keadaan.

“Romo Benny jangan mencampuri urusan internal umat Islam,” tegas Dipo seraya menganjurkan agar tokoh lintas agama ekslusif dari KWI itu melakukan syiar atau penggembalaan kepada umatnya dalam kesejukan toleransi beragama, bukan sebaliknya mengobarkan kegaduhan kerukunan umat beragama.

Mantan Ketua Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia itu mensinyalir gerakan Romo Benny dan tokoh-tokoh lintas agama yang berpolitik dengan memojokkan pemerintah “ingkar konstitusi dan melakukan kebohongan publik” berpotensi menciptakan konflik horizontal antar agama.

“Soal ini akan saya tanyakan ke Uskup Suharyo bila ada kesempatan jumpa. Saya akan sampaikan agar hati-hati dan KWI tidak perlu ikut-ikutan permainan politik tokoh lintas agama eksklusif yang dimotori oleh Din Syamsuddin, karena dari delapan tokoh lintas-agama eksklusif ada tiga tokoh KWI aktif ikutan,” demikian Dipo Alam.

Sebelumnya, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin meminta agar pemerintah dapat bersikap tegas dalam menangani masalah polemik gerakan Ahmadiyah di Indonesia.

“Pemerintah hendaknya dapat mengambil tindakan tegas, jangan ragu-ragu seperti sekarang, sehingga dapat menimbulkan keresahan dan membuka peluang mengambil jalan sendiri bagi sekelompok orang mengatasinya,” kata Din Syamsuddin di Palangka Raya, beberapa waktu lalu.

Muhammadiyah, menurut Din, mempunyai sikap dasar sangat tegas pada 1933, mengenai fatwa putusan majelis tarjih, yang menegaskan barang siapa baik perorangan atau kelompok yang menyakini ada nabi baru setelah Nabi Muhammad SAW, maka tergolong kafir, karena ke luar dari lingkaran akidah Islam.

Namun, sebagaimana disiarkan sebelumnya saat menjadi keynote speaker dalam sebuah diskusi, Din Syamsuddin mengatakan Muhammadiyah tidak mau ikut dalam gerakan pembubaran Ahmadiyah.

“Bagi kami, lebih baik mensosialisasikan kepada umat, agar tidak terpengaruh dengan keyakinan adanya nabi setelah Nabi Muhammad Saw,” ujar Din. (ANTARA).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *