Sunday, April 22, 2018
Beranda > Dunia Islam > Tokoh Pengusaha Jerman Kecam Demonstrasi Anti-Islam

Tokoh Pengusaha Jerman Kecam Demonstrasi Anti-Islam

German-Businessman-Slams-Anti-Islam-Rallies

Ulrich Grillo - Demonstrasi Anti-Islam

Tokoh Pengusaha Jerman, Ulrich Grillo Kecam Demonstrasi Anti-Islam

DDHK News, Jerman — Tokoh penguasa Jerman, Ulrich Grillo, mengecam aksi demonstrasi anti-Islam yang meningkat di negaranya. President Federasi Industri Jerman (German Federation of Industry) ini menilai, aksi tersebut “tidak bisa diterima”.

“Negara kita sudah lama menjadi tujuan imigran dan kita harus masih demikian,” katanya kerpada kantor berita Jerman DPD dan AFP, Selasa (23/12).

Ribuan pengunjuk rasa anti-Islam menggelar aksinya dalam beberapa minggu terakhir di Jerman Timur. Mereka merayakan kebangkitan gerakan populis sayap kanan mereka dengan menyanyikan lagu-lagu Natal. Aksi ini digerakkan kelompok “Patriotik Eropa terhadap Islamisasi Negeri Barat” (PEGIDA) di kota Dresden.

Grillo menilai massa pendukung PEGIDA yang mengusung isu “anti-Islamisasi Jerman” itu sebagai “neo-Nazis and xenophobes”.

Aksi mereka ditandingi dengan ribuan demonstran lain yang mengusung slogan “Dresden Nazi-free”. Mereka mengingatkan “tidak ada ruang untuk rasisme dan xenofobia” di Jerman.

Sebelumnya, Kanselir Jerman Angela Merkel juga mengecam aksi demonstrasi anti-Islam. “Tidak ada tempat untuk Islamofobia, anti-Semit atau segala bentuk xenofobia atau rasisme di Jerman,” kata juru bicara Kanselir, Christiane Wirtz, berbicara atas nama Merkell.

Jumlah Muslim Jerman diperkirakan mencapai 4 juta jiwa, termasuk 220.000 di Berlin. Sekitar 2/3 merupakan imigran Turki. (mel/onislam.net/localhost/project/personal/ddhongkong.org/ddhongkong.org).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *