Sunday, November 19, 2017
Beranda > Dunia Islam > Tragedi WTC New York Dorong Islam Berkembang Pesat

Tragedi WTC New York Dorong Islam Berkembang Pesat

Tragedi WTCTragedi serangan menara kembar WTC di New York, Amerika Serikat, pada 11 September 2001 justru mendorong Islam berkembang pesat di seantero dunia. “Tragedi WTC justru membuat orang penasaran sehingga banyak orang yang mulai mencari Al-Quran dan mempelajari Islam,” kata Dr. Syafiq Assegaf dari Universitas Paramadina Jakarta dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Yayasan At-Tathir di Graha Indrapura, Surabaya, Jumat (17/2).

Ia menjelaskan, perkembangan pesat Islam itu terlihat di Amerika dan sejumlah negara di Eropa. “Di Amerika sekarang, setiap tahun ada sekitar 20.000 orang yang masuk Islam, sedangkan di Eropa juga sama. Awalnya, mereka penasaran dengan Islam yang dikait-kaitkan dengan terorisme, tapi akhirnya justru tertarik dengan Islam,” katanya seperti dikutip Antaranews.com.

Menurut dia, perkembangan yang menggembirakan itu menunjukkan sepak terjang Nabi Muhammad SAW itu tidak hanya dikagumi orang Islam yang suka menggelar Maulid Nabi, tetapi non-Muslim juga banyak, termasuk cendekiawan Barat.

“Karena itu, saya heran, kenapa banyak orang Islam yang menyatakan Maulid Nabi itu bid’ah dan syirik, padahal banyak non-Muslim yang memuji Nabi Muhammad SAW. Saya yakin pujian kepada Rasulullah itu tulus, bukan kultus,” katanya.

Ia mencontohkan mantan peneliti NASA, Michael Hart, yang jatuh cinta kepada Nabi Muhammad SAW sehingga dia menempatkan Rasulullah dalam peringkat pertama dalam buku 100 Orang Berpengaruh di Dunia.

“Michael Hart itu non-Muslim, tapi dia menempatkan Nabi Muhammad SAW pada peringkat pertama, lalu posisi kedua ditempati Isaac Newton dan posisi ketiga adalah Yesus Kristus. Ada juga Jenghis Khan, Mahatma Gandhi, Karl Marx, Aristoteles, Buddha Gautama, dan sebagainya,” katanya.

Alasan yang digunakan Michael Hart juga bukan kultus, tetapi Muhammad SAW merupakan peletak dasar prinsip Islam sekaligus penyebar ajarannya, Muhammad SAW merupakan pemimpin agama sekaligus pemimpin masyarakat (duniawi), dan Muhammad SAW muncul di wilayah tidak berbudaya dengan membangun budaya.

“Oleh karena itu, jejak ajaran dan pengaruhnya mendunia dan masih ada dari dulu hingga sekarang, bahkan Islam sekarang meluas hingga ke Eropa dan Afrika,” katanya.

Selain Michael Hart, kata dia, pemimpin dunia Mahatma Gandhi juga mengagumi Muhammad SAW. “Saya sudah tahu, karena itu saya percaya Islam tidak disebarkan dengan perang, tapi Islam menyebar karena gaya hidup Muhammad, yakni sederhana, menghindari pujian, dan totalitas kepada Tuhan,” katanya.

Senada dengan itu, pembicara lain, Dr Umar Shihab, menjelaskan pentingnya shalawat (selawat) kepada Nabi Muhammad SAW. “Selawat itu melakukan sesuatu untuk yang dicintai. Oleh karena itu, para malaikat dan nabi pun berselawat kepada Nabi,” katanya.

Bahkan, kata dia, Allah SWT juga berselawat kepada Nabi, tetapi bentuk selawat Allah adalah memenuhi keinginan Nabi. “Ada dua hal yang penting, yakni Allah memposisikan Nabi sebagai wasilah (perantara) di dunia dan safaat (pemberi pertolongan) di akhirat,” katanya. (ANTARA).*

DDHK News

DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *