Tuesday, November 21, 2017
Beranda > Dunia Islam > Ulama Berbeda Pendapat tentang Hukum Merayakan Imlek

Ulama Berbeda Pendapat tentang Hukum Merayakan Imlek

Chinese New Year Divides Indonesia Scholars

Chinese New Year Divides Indonesia ScholarsDDHK News, Indonesia — Ulama Indonesia berbeda pendapat tentang hukum merayakan Tahun Baru China (Chinese New Year) atau perayaan Imlek bagi kaum Muslim. Sebagian ulama melarangnya karena Imlek dianggap merupakan perayaan agama non-Muslim dan bertentangan dengan keyakinan Islam. Sebagian ulama yang lain membolehkan dengan alasan Imlek merupakan tradisi (budaya) dan bukan acara keagamaan.

“Perayaan Imlek berisi bagian dari ajaran spiritual Buddhisme dan oleh karena itu setiap Muslim dilarang berpartisipasi,” kata Zainal Arifin Adnan, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surakarta, Jawa Tengah, seperti dikutip onislam.net.  “Sikap terbaik bagi seorang muslim terhadap acara ini adalah  mengabaikannya,” tegasnya.

Asal-usul Tahun Baru Imlek yang juga dikenal sebagai “Festival Musim Semi” itu berakar pada beberapa mitos dan tradisi.

Sebagian ulama lain melihat perayaan Tahun Baru Cina sebagai acara tradisional, bukan acara keagamaan.

“Perayaan ini merupakan bagian dari cara orang China menyambut musim semi yang biasanya dianggap sebagai waktu terbaik tahun ini,” kata Mohammad Dian Nafi dari Pesantren al-Muayyad Islam di Kartasura kepada The Jakarta Post.

“Oleh karena itu, tidak ada hubungannya dengan agama dan tentu saja umat Islam dapat bergabung dalam perayaan itu untuk memperkuat hubungan sosial dengan saudara-saudara kita dari etnis Cina,” tegasnya.

Hal senada dikemukakan Kiai Haji Ahmad Masurur dari Pesantren Al-Qodir. “Imlek atau Tahun Baru Cina adalah tradisi,” katanya. “Hal ini telah menjadi tradisi seperti orang Muslim merayakan datangnya Hijriah atau Tahun Baru Islam, Isra ‘Miraj, dan peringatan maulid Nabi Muhammad.”

Menurut Kyai Ahmad, tanpa mengorbankan iman mereka atau prinsip-prinsip Islam, kaum Muslim boleh ikut ambil bagian dalam perayaan imlek.

Ia menegaskan, keikutsertaan itu dibolehkan selama  perayaan imlek tidak berkompromi dengan akidah atau syariat Islam. “Imlek adalah tradisi masyarakat Tionghoa dan tidak ada hubungannya dengan agama,” pungkasnya. (Mel/Onislam.net/localhost/project/personal/ddhongkong.org/ddhongkong.org).*

DDHK News

DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *