Upah Pekerja dalam Perspektif Islam

Upah, gaji, atau honor pekerja (buruh, pegawai) harus dibayar sesuai ketentuan yang disepakati. Tidak memenuhi upah pekerja adalah kezhaliman yang tidak disukai Allah SWT (Q.S. Ali Imran:57, Al-Kahfi:30).

Upah pekerja harus diberikan secepat mungkin atau sesuai dengan jadwal yang disepakati perusahaan/majikan dan pekerja. “Berikanlah upah kepada pekerjamu sebelum kering keringatnya” (HR Ibnu Majah dari Ibnu Umar).

Jumlah upah harus memenuhi standar “cukup”, yakni dapat memenuhi kebutuhan individu dan sesuai dengan keahlian (skill) kerja. Negara wajib mewujudkan standar “cukup” bagi seluruh rakyatnya.

Dalam menetapkan gaji pegawainya (pegawai negeri), negara harus memperhatikan dua hal berikut:

  1. Nilai Kerja. Jangan disamakan antara yang pintar dan bodoh, yang rajin dan malas, yang ahli dan bukan ahli. Menyamakan dua hal berbeda itu tindakan zhalim (Q.S. Az-Zumar:9, Al-An’am:132).
  2. Sesuai Kebutuhan Pegawai. Yakni memenuhi kebutuhan pokok, dari sandang, pangan, papan, transport, pengobatan, pendidikan anak, dll. Wallahu a’lam.*

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*