Tuesday, September 19, 2017
Beranda > Dunia Islam > Warga Budha Bakar 40 Masjid di Myanmar

Warga Budha Bakar 40 Masjid di Myanmar

nasib-muslim-di-burmaDDHK News, Myanmar–Warga Budha Myanmar (Burma) meluaskan serangannya terhadap kaum Muslim. Lebih dari 40 masjid dan rumah kaum Muslim dibakar Sabtu (23/3) malam, di daerah Yamethin. Sebelumnya, Rabu di kota Meiktila, serangan warga Budha dipimpin para biksu menewaskan setidaknya 32 orang dan menghancurkan lebih dari 9.000 rumah.

Kekerasan Sabtu malam terjadi beberapa jam setelah utusan PBB mengunjungi puing-puing di jalanan Meiktila dan bertemu dengan beberapa pengungsi Muslim dan Buddha. Vijay Nambiar, penasihat khusus PBB untuk Myanmar, menyatakan kesedihan atas kematian dan kehancuran.

Kamis malam, sekitar 100 orang Budha, sebagian di antaranya para biksu, membakar sejumlah masjid di Meiktila. “Usai melakukan pembakaran, sebagian dari mereka pulang ke rumah dan sebagian lainnya berkeliaran di jalan-jalan membawa senjata,” ujar Letkol Polisi Aung Min. Polisi mengerahkan sekitar 1.000 personel.

Kekerasan itu menyebar ke kota terdekat Win Twin. Sebuah masjid dibakar pada malam hari. Akibat kerusuhan itu, sekitar 1.000 orang muslim berlindung di sebuah stadion sepakbola.

Meiktila adalah sebuah kota berpenduduk sekitar 100.000 jiwa dan 30 persen di antaranya beragama Islam.

Kerusuhan itu juga menyebabkan lebih dari 5.000 orang Budha berlindung ke kuil-kuil di kota itu. Banyak anggota dari dua komunitas ini kehilangan tempat tinggal yang terbakar.

Bahkan para wartawan yang mencoba memotret kerusuhan itu diancam massa, sebagian di antaranya biksu, mengancam mereka dengan pentungan dan pisau.

Kerusuhan tersebut mengingatkan kembali ketegangan antara kaum Muslim dan Buddha di Myanmar yang telah memanas sejak kekerasan sektarian tahun lalu di negara bagian Rakhine barat, yang membuat ribuanĀ  Muslim menjadi pengungsi.

Dalam kerusuhan di Rakhine, pertengahan Juni lalu, ketegangan antara mayoritas Budha dan Rohinga, kelompok muslim yang tak memiliki warganegara, berubah menjadi kekerasan yang menewaskan 180 orang dan 110.000 lainnya mengungsi ke tenda-tenda darurat tahun lalu. Kebanyakan korban adalah orang Rohingya.

Orang muslim di Myanmar, kebanyakan keturunan India, Cina, dan Banglades, mewakili sekitar empat persen dari 60 juta penduduk. Orang muslim masuk ke Myanmar sebagai pekerja paksa dari India, yang diperintah koloni Inggris, dan berakhir pada 1948. Namun mereka tak pernah berintegrasi penuh dengan masyarakat. (mel/onislam.net/dhongkong.org).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan. Profil Selengkapnya
http://www.localhost/project/personal/ddhongkong.org/ddhongkong.org/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *