Monday, July 23, 2018
Beranda > Dunia Islam > Warga Gaza Kembali ke Rumahnya yang Hancur

Warga Gaza Kembali ke Rumahnya yang Hancur

PalestinianFlock-to-Destroyed-Gaza

“Semua ini adalah ujian dari Allah, tetapi jangan salah paham: kami akan bangkit lagi!” (Khadar al-Masri, warga Gaza)

PalestinianFlock-to-Destroyed-GazaDDHK News, Palestina — Gencatan senjata 72 jam di Gaza mendorong ribuan warga kembali ke rumah mereka. Di Kota Rafah, ribuan orang hanya bisa berdiri memandangi reruntuhan rumah. Mereka menatap apa yang tersisa dari kehidupan mereka. Warga yang selama ini mengungsi ke rumah kerabat atau ke sekolah PBB, kembali menyelamatkan barang berharga yang masih tersisa.

Kehancuran mendominasi seluruh Kota Gaza. Hampir tak ada lagi bangunan yang berdiri kukuh. Sejauh mata memandang, hanya tampak puing-puing bangunan sisa gempuran Israel yang sudah berjalan sekitar sebulan terakhir itu.

“Ini adalah kehancuran total,”  kata Zuhair Hjaila (33 tahun), ayah empat anak, seperti dikutip Reuters (5/8). “Saya tidak pernah berpikir saya akan datang kembali untuk menemukan zona gempa bumi.”

Skala besar pemusnah massal di Gaza telah meninggalkan sekitar 5.510 rumah hancur dan sekitar 31.000 rusak sebagian, memaksa puluhan ribu warga Gaza meninggalkan rumah mereka yang terperangkap dalam serangan udara Israel.

“Ribuan rumah telah hancur, ditambah yang rusak sebagian,” kata Mufid Hasayneh, menteri pekerjaan umum, kepada Agence France Presse (AFP).

Kembali ke rumah mereka untuk pertama kalinya sejak empat minggu, warga Gaza menemukan bahwa mereka telah kehilangan segalanya, dengan hanya puing-puing rumah mereka yang hancur.

“Semua orang kehilangan segalanya,” kata Mohammed Al Garra, 25, yang telah menginvestasikan 10 tahun tabungannya di rumah berlantai tiga di mana ia dan delapan anggota keluarganya pernah tinggal di desa Gaza selatan ini, mengatakan kepada Wall Street Journal.

masjid gaza hancurSelain rumah, Israel juga menghancurkan sedikitnya 161 masjid di Gaza, 41 diantaranya hancur total dan 120 mengalami kerusakan sebagian. Belum lagi sejumlah bangunan lembaga keagamaan lainnya.

“Semua ini adalah ujian dari Allah, tetapi jangan salah paham: kami akan bangkit sendiri lagi,” imbuh warga Gaza lainya, Khadar al-Masri.

Israel meluncurkan serangan udara telah tanpa henti terhadap Gaza sejak 8 Juli 1867. Menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), sekitar 80% warga Gaza yang tewas adalah warga sipil, termasuk anak-anak dan perempuan. (mel/onislam.net/afp/localhost/project/personal/ddhongkong.org/ddhongkong.org).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *