Sunday, December 17, 2017
Beranda > Dunia Islam > Wilders Serukan Larang Imigran Muslim dan Masjid

Wilders Serukan Larang Imigran Muslim dan Masjid

DDHK News — Politisi Belanda yang sangat anti-Islam, Geertz Wilders, terus mengembuskan isu anti-Islam. Kali ini pemimpin Partai Kebebasan itu mengatakan, Kanada harus melarang imigrasi dari negara-negara Muslim.

Wilders hadir di Kanada untuk berbicara tentang apa yang dilihatnya sebagai “bahaya yang ditimbulkan oleh Islam politik” ke peradaban Barat. Ia mengatakan, Kanada berada dalam bahaya “pengambilalihan oleh Islam” pada masa mendatang.

“Apa yang terjadi di Eropa juga akan terjadi di sini. Kita harus bangun dengan kenyataan bahwa Islamisasi berarti berkurangnya kebebasan untuk kita dan anak-anak kita,” katanya kepada suratkabar lokal, Sun News (9/5).

Ia mengatakan, ia merasa berkewajiban untuk memperingatkan Kanada bahwa “kebebasan adalah hal yang paling berharga yang kita miliki. “Tentara Kanada tidak memberikan nyawa mereka untuk membebaskan Eropa, namun 50, 60, 70 tahun kemudian kita akan menghadapi ideologi totalitarianisme lain yang disebut Islam,” kata Wilders.

Politisi anti-Islam paling terkenal di Eropa itu mengatakan, ia tidak membenci kaum Muslim, tapi ideologi Islam yang ingin memerintah setiap aspek kehidupan.

“Mayoritas Muslim taat hukum,” kilahnya. “Mereka menginginkan kehidupan yang baik bagi keluarga mereka. Ada muslim moderat, tetapi tidak ada Islam moderat. ”

Wilders juga menegaskan, Belanda segera mengikuti Prancis yang melarang cadar.

Pada bagian lain, ia mendesak Kanada untuk menutup pintu bagi imigran Muslim. “Menghentikan imigrasi dari negara-negara non-Barat dan menghentikan proses Islamisasi dan pembangunan masjid baru, itu yang benar-benar harus kita lakukan,” serunya.

Dua orang ditahan tahun 2004 dengan tuduhan merencanakan pembunuhan terhadap Wilders. Seorang wanita Belanda dipenjarakan tahun 2007 karena menulis lebih dari 100 email yang berisi ancaman kepadanya.

Wilders mengeluhkan kondisi dirinya yang terus terancam. “Orang-orang ingin membunuh saya untuk apa yang saya katakan tentang Islam dan tujuh tahun terakhir … Saya meninggalkan istri saya selama berbulan-bulan dalam sel penjara dan barak tentara.”

“Saya harus memakai rambut palsu, kumis, kacamata, hal-hal seperti itu. Sekarang, saya tinggal di rumah aman milik pemerintah (Belanda), aman seperti bank, dan ini sangat menjijikkan. Saya tidak bisa melakukan apa-apa tanpa tujuh, delapan, sembilan, 10 polisi saat ini. Saya harus memberitahu mereka dua hari sebelumnya ke mana saya pergi, dengan siapa saya akan bertemu.” (Mel/New Kerala).*

DDHK News

DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *