Monday, July 23, 2018
Beranda > Dunia Islam > Yahudi di Indonesia Ada Dua Kelompok

Yahudi di Indonesia Ada Dua Kelompok

Perayaan hari kemerdekaan Israel tanggal 14 Mei lalu di Puncak, Bogor, Jawa Barat,  oleh sekelompok keturunan Yahudi Indonesia memicu kontroversi. Walaupun acara itu dilakukan secara tertutup, tapi tetap saja menjadi sorotan berbagai pihak.

Sebenarnya siapa komunitas Yahudi di Indonesia itu, dan apa yang melatarbelakangi kebangkitan Yahudi di Indonesia? Theo Kamsma, penulis buku The Jewish Diasporaspace in The Straits,  menjelaskan ada dua kelompok ‘Yahudi’ di Indonesia.

“Pada waktu dulu ada sejumlah besar orang Yahudi di Indonesia. Mereka bekerja dalam bidang administrasi pemerintah kolonial,” kata Kamsma kepada Radio Nederland.

Ia jelaskan, sebagian besar dari kaum Yahudi itu kembali ke Belanda sesudah Perang Dunia II.

Kemudian ada kelompok Yahudi Irak, yang karena situasi di sana, beremigrasi ke Asia Tenggara dan sebagian tiba di Surabaya. Mereka tinggal di Surabaya. Menurut Kamsma, jika dilihat murni dari hubungan darah- untuk dianggap sebagai keturunan Yahudi sang ibu harus Yahudi- maka jumlahnya tidaklah banyak.

“Namun apabila kita menggunakan definisi yang lebih luas, yaitu orang-orang yang mengidentifikasikan diri dengan keyahudian, mengadopsi gaya hidup Yahudi, dsb, maka jumlahnya bisa lebih besar,” sambung dia.

Jadi dalam hal ini tergantung pada definisi apa yang disebut Yahudi, karena orang-orang Kristen juga mengidentifikasikan diri dengan keyahudian dan merangkul paham mesiasintik Yahudi.

Kebangkitan
Tahun lalu, muncul berita mengenai pembangunan Menorah, yaitu simbol suci Yahudi, di Menado. Seiring dengan itu, komunitas Yahudi semakin sering disebut-sebut.

“Belakangan ini terjadi kebangkitkan kembali keyahudian terutama di wilayah Kristen di Minahasa, Menado dan sekitarnya. Di sana juga dibangun Menorah,” kata Kamsma.

Menurut dia, kelompok Yahudi di Manado adalah anak cucu orang-orang Yahudi yang berdiam di sana. Mereka menemukan kembali akar yahudi mereka. “Mereka mendirikan sinagoga dan mendalami kepercayaan Yahudi.”

Kamsma menduga, kaum Yahudi di Indonesia mendapat angin saat kepemimpinan Presiden Gus Dur. Ketika itu, ia mengklaim, pintu masuk bagi Yahudi ‘dibuka’ lebar di Indonesia. Ia lantas membandingkan ‘kebangkitan’ Yahudi Indonesia dengan masyarakat Cina.

“Masyarakat Cina saat itu menuntut agar kepercayaan dan keyakinan mereka diterima. Demikian pula dengan masyarakat Yahudi,” klaim Kamsma. (REPUBLIKA).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *