Sunday, September 24, 2017
Beranda > Featured > Zakat dan Sedekah Membawaku ke Jalan-Nya

Zakat dan Sedekah Membawaku ke Jalan-Nya

tomboy

* Kisah Tomboy & Lesbi yang Menemukan Kembali Cahaya Islam berkah Zakat & Sedekah

tomboySebut saja nama saya Eva. Saat ini saya adalah seorang BMI Hong Kong. Sudah 3 tahun saya bekerja di Hong Kong.

Saya dilahirkan sebagai seorang perempuan sejak lahir.Tetapi entah kenapa sejak usia kelas empat SD tingkah laku dan penampilan saya sudah mengarah ke tomboy.

Saya tidak tahu kenapa yang pasti mungkin trauma atau masalah apa pun. Penyebabnya mungkin bisa jadi karena kurangnya didikan agama dan saya memang senang main-main.

Anehnya sejak SD pula saya suka bermain dengan anak perempuan saja dan saya sudah mempunyai ketertarikan dengan perempuan (lesbi). Itu terus berlanjut sampai saya dewasa dan saya benci laki-laki,tidak tertarik sama sekali. Saya mempunyai kekasih wanita.

Singkat cerita, waktu itu saya mendengar kalau bekerja di Hong Kong itu liburnya bebas, bahkan untuk urusan pergaulan orang Hong Kong tidak begitu peduli dan tidak mau tahu urusan orang.

Ini kesempatan emas untuk saya dan pacar perempuan saya, karena di kampung banyak orang yang mencemoohnya. Padahal mereka benar tetapi memang dasar saya hatinya belum terbuka, nasihat pun hanya masuk kuping kanan keluar kuping kiri.

Sebelum bekerja ke Hong Kong, saya juga bekerja dua tahun tiga bulan di Saudi Arabia dan satu tahun di Singapura. Sebenarnya saya ingin bekerja ke Malaysia bersama dengan pacar perempuan saya. Tetapi sama ayah saya dilarang. Ayah saya tidak mengizinkan dan lebih baik pulang daripada harus bekerja ke Malaysia.

Akhirnya saya harus berpisah dengan pacar perempuan saya, saya ke Saudi Arabia dan dia ke Malaysia. Di Saudi majikan saya sangat galak. Saya tidak boleh keluar dan bebas berkomunikasi dengan dunia luar.

Waktu istirahat tidur hanya tiga atau empat jam sehari.Kerjaan tidak ada selesainya dan makanan pun saya kekurangan. Bahkan, saya hanya dikasih makan hanya sekali dalam sehari, meskipun pagi sarapan tetapi cuma selembar roti. Sering kalau malam saya mencuri makanan di dalam lemari es. Tetapi makanan di dalam lemari es beku dan kalau dikunyah menimbulkan suara yang jelas di keheningan malam. Saya terpaksa mencuri karena saya lapar.

Majikan pun tahu dan memarahi saya habis-habisan,tetapi meskipun saya sering dimarahi saya tetap melakukannya karena saya tidak bisa tidur menahan lapar setiap hari.

Pernah suatu kali saya kabur dari rumah majikan karena saya sangat tidak tahan dengan semuanya. Majikan saya seorang polisi. Saya tertangkap kembali oleh majikan saya. Saya tidak tahu akan kabur ke mana karena semua adalah padang pasir.

Saya sangat tertekan dan pikiran saya melayang entah ke mana. Saya menatap jendela rumah majikan dan saya naik ke jendela dan siap terjun bebas. Dalam hitungan menit mungkin saya sudah mati, tetapi dengan tiba-tiba anak majikan saya menarik saya dari arah belakang. Saya ditampar sekeras-kerasnya, tetapi saya tidak merasa sakit. Saya hanya bengong dan tatapan mata saya kosong.

Saya pulang ke kampung halaman dan tidak berselang lama saya pun berangkat kerja lagi.Tujuan kali ini adalah Singapura.

Di Singapura hanya bekerja satu tahun. Saya berniat untuk bekerja ke Hong Kong.

Sebenarnya niat saya bekerja adalah bukan untuk membantu ekonomi keluarga, tetapi saya hanya ingin bersenang-senang dengan pacar perempuan saya.

Dari sekian banyak PJTKI yang saya datangi, hanya satu yang menerima saya. Itu pun dengan syarat yang menurut saya sangat berat karena saya diharuskan memakai rok.

Meskipun saya adalah perempuan, tapi saya sangat benci memakai pakaian perempuan, apalagi yang namanya rok.

Pacar perempuan saya yang dulu bekerja di Malaysia pun pulang dan ikut dengan saya untuk bekerja ke Hong Kong.

Di penampungan kami berantem karena pacar perempuan saya menyukai laki-laki. Saya marah dan putuskan dia.

Tidak beselang lama setelah saya putus dari pacar perempuan saya, saya pun menemukan penggantinya. Dia sangat cantik dan saya sangat sayang padanya. Kami sama-sama berangkat ke Hong Kong. Hubungan kami sudah sangat jauh dan bisa dibilang parah. Kami sering keluar masuk check in hotel.

Saya lupa sama orang tua. Saya sering menyakiti hati orang tua dan saya jarang kirim uang ke orang tua karena hasil jerih payahnya saya gunakan untuk bersenang-senang dengan pacar saya.

Suatu waktu pacar perempuan saya sakit dan setelah diperiksa ke dokter hasil pemeriksaan menyatakan bahwa dia terkena kanker. Saya shock dan tidak tahu harus berbuat apa. Untung majikannya baik dan mengurusi semua biaya pemeriksaan. Badannya kurus sekali dan terlihat lemas.

Saya mempunyai seorang teman dan rumahnya dekat dengan saya. Saya sering bertemu dengannya di pasar apabila kami belanja.

Dia selalu menasihati saya tentang agama dan mengubah penampilan. Apalagi rambut saya yang cepak dan berdiri. Dia tergabung dalam kevolunteeran Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) dan dia selalu mengajak saya untuk sedekah dan zakat.

Hati saya belum terbuka dan saya belum mau meninggalkan semuanya. Meskipun selalu dinasihati, saya selalu bilang ya, tetapi tidak saya hiraukan dan saya selalu menghindar apabila bertemu dengan teman saya.

Anehnya, meskipun saya menghindar dari setiap jalan yang selalu kita lalui tetap saja bertemu di jalan lain. Saya jadi dibuat malu olehnya, saya jadi salah tingkah.

Lambat laun saya akhirnya mau juga diajak temen saya ke pengajian. Dari sekian banyak jamaah, hanya saya yang tomboy dan ada juga yang bilang tomboy kok sholat.

Waktu itu saya belum sepenuhnya ikhlas ikut pengajian karena saya hanya merasa tidak enak saja sama teman. Saya mempunyai seorang idola, yaitu almarhum Ustadz Jefri Al Bukhori. Saya sangat ngefans dengannya karena masa lalunya dan hijrah ke jalan yang benar. Saya hanya sebatas ngefans saja tanpa mengikuti jejaknya.

Waktu itu saya benar-benar kaget mendengar Ustadz Uje meninggal dunia. Hati saya sedih banget dan timbul rasa takut di hati saya. Saya mulai galau dengan keadaan saya saat ini.

Saya baca-baca majalah Iqro (terbitan DDHK) yang diberikan teman. Saya merenung. Pacar saya kena kanker dan ustadz idola saya meninggal dan masa lalu saya sejak kecil hingga dewasa yang berpenampilan tomboy belum juga berubah.

Waktu itu hari Kamis dan saya menunggu hari minggu untuk membeli jilbab.

Saya mengajak pacar perempuan saya untuk kembali ke jalan-Nya, mengajak berzakat dan bersedekah. Alhamdulillah, pacar saya mau mengikuti saran saya. Entah karena terpaksa atau hanya karena ajakan saya.

Dengan kami istiqomah berzakat dan sedekah, lambat laun hati saya berubah. Saya mulai berhijab. Di rumah majikan pun saya berhijab.

Majikan saya yang baik hati pun sampai heran. Jilbab yang saya kenakan saya lepas kalau mau tidur saja. Hati saya mulai tenang dan saya mulai untuk sholat.

Saya minta maaf kepada orang tua dan minta doa restu orang tua agar saya istiqamah di jalan-Nya. Orang tua saya sangat senang karena doa-doa orang tua juga lah yang membawa saya untuk berubah.

Kini sudah tidak ada lagi rambut cepak yang berdiri. Yang ada adalah balutan jilbab di rambut saya. Saya mulai membaca Al Qur’an beserta artinya. Pelan-pelan saya menata hati.

Saya sangat bahagia sekali mendengar mantan pacar saya sembuh dari kanker. Saya tidak percaya mendengarnya, tetapi itu nyata. Sedekah dan zakat menyembuhkan penyakitnya.

Timbul rasa kangen padanya, tetapi tidak saya sudah berubah dan saya tidak boleh terjerumus lagi dalam maksiat.

Alhamdulillah saya dan mantan pacar saya memutuskan kembali ke jalan Allah, bahkan mantan saya busana Muslimahnya lebih syar’i. Meskipun kadang rasa canggung dan grogi muncul apabila kami bertemu. Jilbab yang kami kenakan adalah tameng untuk menghindari hal-hal yang menjerumuskan.

Apabila saya mempunyai niat kembali ke maksiat, saya selalu bermimpi tentang kiamat dan itu sering sekali terjadi. Dalam mimpi seolah-olah datang seorang laki-laki berjenggot mengabarkan bahwa kiamat sebentar lagi datang. Aku memeluk mantan pacar saya dan kami bersahabat, saling mengingatkan apabila kami melenceng dari jalur.

Setelah saya bertobat kembali ke jalan-Nya. Ayah saya meninggal karena penyakit stroke yang satu tahun belakangan menyerang. Tidak berselang lama setelah saya megabulkan permintaannya, yaitu membelikan sepeda motor. Saya selalu ingat nasihatnya.

Biarlah pengalaman paling pahit saya simpan sebagai nikmat-Nya. Kini saya bisa menikmati setiap nafas yang Allah berikan. Rasa sakit jauh dari keluarga saya gunakan untuk memperbaiki diri. Kini saya aktif zakat dan saya selalu mencari informasi yang lebih banyak tentang zakat dan sedekah di Dompet Dhuafa Hong Kong. (Seperti dituturkan kepada Minnie Andrianto/volunteer DDHK/localhost/project/personal/ddhongkong.org/ddhongkong.org/dompetdhuafa.org).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan. Profil Selengkapnya
http://www.localhost/project/personal/ddhongkong.org/ddhongkong.org/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *