Beranda > Hong Kong > 6 syarat amal perbuatan diterima Allah Ta’ala

6 syarat amal perbuatan diterima Allah Ta’ala

SAI WAN HO | HONG KONG – Dai Cordofa Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK), Ustadz Talqis Nurdianto, Rabu (10/12/2019), memberikan tausiyah di pengajian ibu-ibu ekspatriat Indonesia di Hong Kong, di rumah Ibu Tika di Sai Wan Ho. Pada kesempatan itu, ustadz asal Yogyakarta itu menyampaikan tausiyah tentang “Ingin Amal Kita Diterima Allah”.

Ia pun mengawali tausiyah dengan mengajarkan bacaan doa kepada para jemaah. Yakni, doa yang isiya harapan agar diberikan ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima. Doa tersebut bunyinya:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلً

Itu merupakan doa yang selalu dibaca oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Sebagaimana diriwayatkan dari budak Ummu Salamah, dia mendengar Ummu Salamah menyampaikan hadits bahwa Rasulullah SAW berdoa seusai shalat Subuh. “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amalan yang diterima.” (HR al-Baihaqi dalam kitab Syu’abul Iman, juz II, hlm 284).

Ada beberapa syarat agar amal seorang hamba diterima oleh Allah Ta’ala. Pertama, Muslim. Sebagaimana firman Allah di ayat 85 surah Ali ‘Imran, “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”
Syarat kedua, ikhlas. Seperti firman Allah di ayat 110 surah al-Kahfi, “Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa”. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”.

Keikhlasan menjadi salah satu kunci penting diterimanya amal. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa yang beramal tidak mengikuti perintah kami, maka akan ditolak.”

Menjaga keikhlasan amal, ungkap Ustadz Talqis, merupakan perjuangan yang sangat berat. Ia pun mengajak jemaah untuk mengingat beberapa perkataan Fudhail bin ‘Iyadh, seorang ulama terkenal. Yakni, “Tidak hanya banyaknya amal ibadah yang kita lakukan, tapi juga yang terjaga keikhlasannya sampai mati. Dicaci tidak berhenti beramal, dipuji bukan menyombongkan diri.”

Ketiga, ittiba atau mengikuti Nabi Muhammad SAW.

Keempat, bertaqwa. Sebagaimana firman Allah di ayat 27 surah al-Maidah, Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!”. Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa”.

Syarat kelima, birrul walidain atau berbakti kepada kedua orang tua. Sebagaimana difirmankan Allah dalam ayat 15-16 surah al-Ahqaf, “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa, “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku temasuk orang-orang yang berserah diri.” Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka.”

Keenam, sesuai waktunya.

Sebaliknya, amal akan sia-sia apabila dilakukan tanpa keimanan kepada Allah Ta’ala. Sebab Allah telah menegaskan, kekufuran merupakan sebab utama ditolaknya amal.

Mengutip beberapa ayat al-Qur’an, Ustadz Talqis menyebut 3 perumpamaan amal yang dilakukan tanpa iman. Yakni, bagaikan debu yang beterbangan, bagaikan fatamorgana, dan bagaikan abu sisa pembakaran. [Siti Ngatipah]

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *