Wednesday, December 19, 2018
Beranda > Indonesia > 720 TKI Saudi Alami Pelecehan Seksual

720 TKI Saudi Alami Pelecehan Seksual

Dari 9.865 orang tenaga kerja Indonesia (TKI) yang pulang dari Arab Saudi selama satu semester tahun ini, terdapat 720 orang yang mengalami kasus pelecehan seksual.

Kepala Satuan Pelayanan Kepulangan (SPK) Gedung Pendataan Kepulangan TKI AKBP Rolly Laheba di Jakarta, Kamis, mengatakan data pelecehan seksual yang dialami TKI di Arab Saudi itu tidak menjelaskan siapa pelaku sesungguhnya, apakah majikan atau karena sebab lain.

Ia menyebutkan selama satu semester tahun ini atau sejak awal Januari hingga 16 Juni, terdapat 21.848 TKI yang kembali ke Tanah Air melalui Gedung Pendataan Kepulangan TKI yang berlokasi di sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Dari jumlah itu, terdapat 17.345 TKI yang kembali dari berbagai negara di kawasan Timur Tengah (Timteng) dan sisanya 4.413 orang berasal dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik.

Menurut Rolly, dari kawasan Timteng, jumlah TKI yang pulang dari Arab Saudi 9.865 orang, Uni Emirat Arab 3.206 orang, Qatar 1.616 orang, Oman 956 orang, Kuwait 461 orang, Jordania 433 orang, Bahrain 347, Suriah 204 orang, Libya 35 orang, Yaman 17 orang, dan dari negara-negara lainnya 295 orang.

Khusus TKI yang pulang dari Arab Saudi, 720 pulang karena mengalami kasus pelecehan seksual, 116 TKI pulang dalam keadaan hamil, dan 90 TKI pulang dengan membawa anak.

 

Data kepulangan TKI dari Arab Saudi tersebut, katanya, termasuk pemulangan TKI “overstayers” yang dilakukan pemerintah melalui tujuh tahap.

Rolly yang juga mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan terhadap kasus-kasus pelecehan seksual terhadap TKI itu, pihaknya meneruskan ke pihak pelaksana penempatan TKI swasta (PPTKIS) yang menempatkan mereka ke luar negeri untuk ditindaklanjuti. (ANTARA)

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *