Wednesday, November 21, 2018
Beranda > Hong Kong > Aliansi BMI Hong Kong Tolak Kenaikan Harga BBM

Aliansi BMI Hong Kong Tolak Kenaikan Harga BBM

bbm naik

bbm naikDDHK News, Hong Kong — Aliansi Buruh Migran Indonesia (BMI) Hong Kong menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ditetapkan pemerintah Jokowi-JK Senin (17/11).

Dalam Pernyataan Sikapnya yang diterima DDHK News, Aliansi Migran Progresif Hong Kong (AMP-HK) menyatakan, alasan kenaikan harga BBM untuk kesejahteraan rakyat dengan mengembangkan sarana pendidikkan dan infrastruktur lainnya adalah alasan klise yang sama yang selalu ditebarkan oleh rejim-rejim sebelumnnya untuk memaksa rakyat agar memaklumi kenaikan harga BBM tersebut.

“Kenaikan harga BBM adalah kebijakan anti rakyat,” tulisnya dalam pernyataan sikap berjudul “Rejim berkuasa selalu menebar janjii manis”.

Disebutkan, tingginya harga BBM dikarenakan adanya monopoli minyak dan gas oleh perusahaan imperialis Amerika Serikat di Indonesia. Menurut mereka, 90% minyak Indonesia dikuasai oleh asing, sedangkan negara hanya mengelola 10% minyak.

“Sayangnya pemerintah tidak memiliki itikad untuk menasionalisasi aset-aset minyak Indonesia menjadi milik rakyat. Semua diserahkan pada perusahaan asing,” terangnya.

“Selain itu, harga minyak dunia sedang turun. Namun berbanding terbalik BBM di Indonesia malah dinaikan dengan dalih mengalihkan subsidi BBM ke sektor yg lain. Padahal, subsidi adalah hak rakyat, karena berasal dari pajak dan uang rakyat. Sehingga bbm bersubsidi adalah hak yang harus dipenuhi.”

AMP-HK menilai, Jokowi lebih pro investasi pemodal asing dan rela menjadikan rakyat nya sebagai buruh murah.

Dikemukakan juga efek kenaikan harga BBM bagi buruh migran. Di tengah permasalahn BMI yang sangat mencekik, BMI jadi lahan perbudakan utang, BMI jadi korban pembunuhan, BMI jadi korban traficking, dan lain lain, kenaikan harga BBM menjadi beban tambahan yang sangat berat.

“Penghasilan BMI bila dibagi dua dengan kebutuhan keluarga di Tanah air tidaklah seberapa sehingga membuat kami akan semakin terjerat dan akan lebih lama tinggal di negara penempatan untuk memenuhi kebutuhan keluarga karena sebagian besar dari kami adalah tulang punggung keluarga,” tegas mereka.

Aliansi Migrant Progresif di Hong Kong (AMP-HK) yang beranggotakan 10 organisasi BMI ini dalam pernyataan sikap tertanggal Hong kong, 18 November 2014 menuntut enam hal:

1. Tolak Kenaikan BBM
2. Stop Monompoli Migas Oleh Kapitalis Monopoli Asing (Imperialisme AS dan sekutunya)
3. Stop Investasi Asing dan Hutang Luar Negeri
4. Stop Perampasan Tanah.
5. Cabut UUPPTKILN 39/2004
6. Ratifikasi ILO C 189 tentang perlindungan Buruh migrant dan keluarganya.

Anggota Aliansi Migran Progresif adalah WIC, SERPAN, UNIMIG, IMMI, INA, OBLO, Singo Umboro, Kencono Wungu, PD-HK,KOBUMI-HK. (mel/localhost/project/personal/ddhongkong.org/ddhongkong.org).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

One thought on “Aliansi BMI Hong Kong Tolak Kenaikan Harga BBM

  1. berbeda Hong Kong tdk Ada subsidi bbm,jadi wajar klu permerintah hkg menurunkan harga ,menyesuaikan harga minyak dunia,Indonesia bkn menaikan harga minyak hanya mengurangi harga subsidi klu perlu di hapuskan tu subsidi bbm di indonesia….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *