Beranda > BMI Menulis > Ancaman Blacklist Membuat Anis Gagal Cuti

Ancaman Blacklist Membuat Anis Gagal Cuti

doa sedih dan utang

Oleh Dwi Sarah

Minimnya waktu libur, bukan kendala untuk mendapatkan berbagai informasi yang tersedia. Kini, banyak media online yang menyuguhkan informasi seputar BMI, seperti Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK.

Melalui media Facebook, setiap saat DDHK meng-update status berita terhangat dan permasalahan BMI Hong Kong. Sayangnya, banyak di antara BMI yang lebih memilih untuk ber-chatting ria dari pada membaca informasi aktual.

Padahal,tidak menutup kemungkinan jika suata saat informasi tersebut akan sangat kita butuhkan. Ketidaktahuan serta minimnya informasi ini pula yang kadang sering dimanfaatkan oknum-oknum agen tenaga kerja nakal, untuk membodohi BMI Hong Kong, seperti yang dialami Anis.

BMI Hong Kong asal Kendal Jawa Tengah ini harus rela menahan keinginannya untuk cuti setelah mendapat ancaman blacklist dari pihak agen. Dua tahun bekerja di Hong Kong, tidak menjadikan Anis banyak mengetahui peraturan ketenagakerjaan yang berlaku. Karena selama itu pula Anis tidak pernah mendapatkan hak liburnya dari sang majikan.

Oktober tahun ini, Anis finish kontrak. Rencanya, ia akan ambil cuti dan menunggu sampai masa turunya visa untuk bekerja di tempat majikan barunya. Rencanya tersebut ditanyakan kepada agen. Akan tetapi, jawaban dari pihak agen membuatnya terkejut.

Menurut agen, jika Anis ambil cuti sebelum visa turun, Anis harus kembali menjalani 7 bulan masa potongan gaji seperti saat pertama kali dia datang ke Hong Kong.

Merasa ada yang tidak beres dengan jawaban agen,melalui media telepon,Anis meminta bantuan salah seorang temanya untuk mencari kebenaran tentang jawaban agennya. Setelah mengumpulkan beberapa informasi tentang masalahnya, temannya memberitahukan bahwa kita diperbolehkan cuti sebelum visa turun tanpa harus ada potongan gaji sekembalinya ke Hong Kong nanti. Paling kita hanya diharuskan membayar beberapa administrasi. Itu pun biasanya dibayarkan oleh majikan baru.

Akan tetapi, ada kemungkinan job kita akan di-cancel tanpa ada memberitahu sebelumnya, jika majikan atau agen kita berbuat “nakal”.

Merasa dibohongi, Anis kembali mempertanyakan masalah tersebut kepada agennya. Akan tetapi bukan jawaban seperti yang diinginkan yang didapat, dia justru mendapatkan makian, bahkan diancam akan di-blacklist jika masih saja ngeyel minta cuti sebelum visa turun.

Anis yang awalnya kekeh mau menuntut haknya, nyalinya menjadi ciut juga mendengar ancaman itu. Takut ancaman itu akan terbukti, akhirnya ia menolak bantuan temanya untuk mengusut masalahnya dan lebih memilih untuk menuruti aturan yang diberikan agennya yang jelas-jelas hanya ancaman tidak benar.

Sebetulnya,sangat disayangkan keputusan Anis yang yang semakin menambah bukti bahwa banyak BMI Hong Kong mudah dipermainkan dan dibodohi pihak agen. (Dwi Sarah/BMI Hong Kong/localhost/project/personal/ddhongkong.org/ddhongkong.org).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *