Monday, December 17, 2018
Beranda > Dunia Islam > Belanda Makin Tak Beragama

Belanda Makin Tak Beragama

DDHK News — Warga Belanda akan makin tidak beragama. Demikian disimpulkan oleh para peneliti Amerika berdasarkan statistik, seperti diberitakan Radio Nederland (22/3). Menurut mereka, sebanyak 40 persen penduduk Belanda tidak beragama dan jumlah itu akan terus meningkat.

Kesimpulan itu diambil berdasarkan angka statistik 100 tahun mendatang di Australia, Austria, Kanada, Ceko, Finlandia, Selandia Baru, dan Belanda.

Dari penelitian tersebut, Ceko merupakan negara yang paling banyak memiliki penduduk yang tidak beragama (60 persen).

Menghilangnya agama itu berhubungan dengan alasan-alasan sosial. Karena semakin banyak orang yang tidak beragama, jadi makin sedikit orang yang tertarik untuk bergabung dengan kelompok keagamaan.

Di pihak lain, jumlah kaum Muslim justru terus meningkat, seiring banyaknya warga Belanda yang masuk Islam dan imigran dari negara Muslim.

Di tengah kincir angin yang menjadi mascot negeri Belanda terdapat sekitar 200 masjid dan pemandangan wanita memakai  jilbab di berbagai kota besar bukanlah hal yang aneh. Dari 15,6 juta  penduduk, sekitar sejutaan di antaranya adalah Muslim atau 4 persen dari seluruh penduduk.

Sejarah umat Muslim di belanda bisa diurut dari tahun 1960an, saat pemerintah Belanda mendatangkan tenaga asing, kebanyakan dari kawasan mediterian karena kekurangan tenaga kerja . Imigran Turki dan Maroko menjadi pembawa syiar Islam di Belanda. 

Kebanyakan mereka adalah keturunan imigran. Kaum muslim yang terbesar di sana adalah keturunan Turki diikuti oleh Maroko, lalu Tunisia, Aljazair, dan Suriname.

Tentu saja ada orang Belanda asli yang memeluk Islam tetapi kebanyakannya pindah agama karena alasan pernikahan, tetapi jumlahnya kecil. (Mel/AFP/RNW).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *