Beranda > Dunia Islam > Bom Norwegia: Kaum Muslim Sempat Dicurigai

Bom Norwegia: Kaum Muslim Sempat Dicurigai

Kaum Muslim Norwegia merasakan besarnya kecurigaan sebelum terungkap bahwa pelaku serangan teror di Norwegia ternyata seorang fundamentalis Kristen. Kaum Muslim sendiri sangat was-was jika serangan itu dilakukan Muslim militan.

Kini mereka merasa sedikit lega karena sang teroris tidak terkait sama sekali dengan kelompok Muslim mana pun. Bahkan, polisi dan media massa mengungkapkan, bahwa pelaku tunggal, warga Norwegia asli, Anders Behring Breivik, 32 thn, justru seorang yang anti-Islam dan menginginkan Eropa mengusir seluruh Muslim dari daratan Eropa.

Di jalan-jalan ibukota Oslo hari Minggu, banyak Muslim mengatakan, mereka memilih tidak keluar rumah beberapa jam setelah terjadi ledakan bom. Mereka takut dicurigai sebagai pelaku.

“Hari Jumat, setelah ledakan, saya tidak pergi bekerja, saya tinggal di rumah,” kata sopir taksi, Muahammad Ali Farah, kepada Middle East Online (25/7). “Saya takut, seperti semua sopir taksi – 99,7 persen imigran, Anda lihat,” kata pria berusia 30 tahun asal ibukota Somalia, Mogadishu.

“Semua orang berpikir pelakunya  Islamis. Bos saya orang Pakistan, dia mengerti, dia tahu masalahnya.. Saya tidak bekerja sampai hari Sabtu.”

Muslim Norwegia lainnya, Namir Atif, 30 tahun, berkata: “Saya merasa orang Norwegia. Saya lahir di sini, tapi saya asal Maroko. Memang benar, semua orang langsung berpikir itu adalah serangan Islamis, mereka menunjuk jari kepada kami.”

“Ketika Menteri Kehakiman, Knut Storberget, diberitahu wartawan bahwa tersangka adalah orang asli Norwegia, dia hampir tampak menyesal pelaku serangan bukan orang asing,” kata Atif.

Dalam laporan yang dipublikasikan pada awal tahun, pihak keamanan Norwegia menyatakan khawatir terjadinya serangan Islamis di tanah mereka, namun tidak mempertimbangkan kelompok ekstrim kanan sebagai “ancaman serius”.

Beberapa jam sebelum terjadi serangan, pihak berwenang mengatakan, mereka sedang mempertimbangkan semua skenario yang mungkin, termasuk serangan oleh militan Islam.

Namun, nyatanya serangan itu dilakukan orang asli Norwegia, Anders Behring Breivik, seorang “fundamentalis Kristen” dengan kecenderungan ideologi kanan-jauh (anti-Islam) yang akhirnya ditangkap.

Setidaknya tujuh orang tewas dalam ledakan bom mobil di luar gedung pemerintah di pusat Oslo, Jumat (22/7), dan 86 meninggal setelah penembakan masal di pulau Utoeya.

Naima, seorang wanita dari Maroko, mengaku tiba di Oslo tiga bulan lalu. Dia mengaku khawatir, segera setelah ledakan bom yang terjadi tidak jauh dari tempat dia tinggal. Naima mengatakan, ia menyadari bahwa komunitas Muslim di dekatnya akan dicurigai.

“Mereka menangkap seorang Maroko beberapa jam setelah ledakan tanpa alasan,” kata seorang pria asal Tunisia. Duduk di teras sebuah kafe dengan beberapa orang lain, ia merasa terganggu komunitas Muslim selalu menjadi tertuduh tiap terjadi ledakan bom di mana pun.

“Norwegia adalah negara saya, umat Islam juga sedih dengan tragedi ini,” ujar seorang Muslim asal Palestina. (Mel/MEO/ddhongkong.org).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *