Beranda > Dunia Islam > Demi Keamanan, Masjid Amerika Tanpa Menara dan Kubah

Demi Keamanan, Masjid Amerika Tanpa Menara dan Kubah

Masjid-masjid baru di Amerika Serikat kini tanpa menara dan kubah. Kaum Muslim Amerika mengeksplorasi konsep-konsep baru untuk merancang tempat ibadah mereka demi keamanan di tengah meningkatnya sentimen anti-Islam.

“Menurut saya identitas (masjid/Islam) tidak harus didasarkan pada simbol saja,” kata Haris Tarin, Direktur Muslim Public Affairs Council kantor Washington DC, kepada BBC. “Identitas harus didasarkan pada kenyataan bahwa Anda adalah bagian dari masyarakat, bagian dari sesuatu yang lebih besar daripada Anda.”

Setelah tragedi serangan WTC 9/11, kaum Muslim mengalami kesulitan membangun masjid. Sejumlah rencana pembangunan masjid ditentang warga lokal.

Di Manhattan, proyek pembangunan sebuah pusat Islam di dekat Ground Zero, dekat lokasi tragedi 9/11, menimbulkan perdebatan nasional.

Penentangan tersebut mendorong Muslim Amerika untuk mencari cara baru dalam merancang masjid mereka, yakni tanpa kubah dan menara, sehingga bangunan rumah ibadah itu tidak terlalu mencolok di tengah masyarakat.

Kubah dan menara masjid telah menjadi bagian integral dari arsitektur masjid di seluruh dunia. Misalnya, Islamic Center Nasional di Washington, yang dibangun tahun 1950, memiliki menara yang menjulang tinggi. Bangunan dengan kubah dan menara seperti itu kini tidak lagi  memmungkinkan.

“Ini waktu yang buruk untuk arsitektur Islam,” kata Akbar Ahmed, seorang guru besar studi Islam di American University, Washington DC.

Para pemimpin Muslim menggarisbawahi, yang lebih penting memiliki masjid, bukan kubah dan menaranya.

“Buat apa memiliki kubah megah dan menara besar, tetapi jika tidak benar-benar menjadi pusat ibadah kaum Muslim, jika hanya memiliki ruang shalat yang besar tanpa dipenuhi jamaah,“ kata Tarin, salah satu pendiri Ihsan Center di San Fernando Valley, California.

Hal senada dikemukakan arsitek Maryam Eskandari, nantan Direktur American Institute of Architects. “Ka’bah sendiri tidak memiliki kubah, tidak memiliki menara. Kubah dan menara di Masjid Haram (Mekah, Saudi) dibangun di kemudian hari,” katanya.

Maryam mengutip kasus Masjid Manhattan. Perencana menolak membangun kubah dan menara dan mengatakan bahwa umat Islam di daerah itu menginginkan masjid pencakar langit. “Begitulah cara mereka berhubungan dengan konsep Tuhan yang tak terbatas, melalui bentuk-bentuk geometris,” katanya. (Mel/Onislam.net/ddhongkong.org).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *