Wednesday, January 16, 2019
Beranda > Dunia Islam > Diinstruksikan Bom Tripoli, Dua Pilot Libya Membelot

Diinstruksikan Bom Tripoli, Dua Pilot Libya Membelot

DDHK News — Dua pilot Angkatan Udara Libya mendaratkan pesawat mereka di Malta dan mencari suaka politik dari pemerintah Malta setelah mereka mengaku diinstruksikan untuk menyerang kumpulan masa yang berdemo anti-rezim Muammar Gaddafi, di Tripoli.

Dua jet itu mendarat kemarin (21/2) di Malta dan para pilotnya meminta suaka politik di tengah serangan brutal rezim Gaddafi terhadap rakyatnya.

Pilot Libya itu menyatakan kepada pihak berwenang Malta bahwa mereka membelot dari instruksi atasan untuk membombardir warga yang berdemo

Namun televisi nasional Libya mengutip keterangan putra Gaddafi, Seiful Islam, menyebutkan bahwa serangan udara yang dimaksud menarget kawasan terpencil, jauh dari perumahan. Targetnya adalah sebuah gudang amunisi. Seiful Islam juga menyangkal bahwa jet-jet tempur Libya menyerang para demonstran di Tripoli dan Benghazi.

Adapun televisi Aljazeera sebelumnya melaporkan bahwa jet tempur Libya telah menghujani para demonstran di Tripoli dengan peluru tajam kemarin (senin, 21/2). Televisi yang berbasis di Qatar itu mengutip keterangan para saksi mata.

Adel Mohamed Saleh, seorang saksi mata saat diwawancarai langsung mengenai serangan jet dan helikopter tempur militer Libya mengatakan, “Apa yang kami saksikan hari ini sungguh tidak terbayangkan. Helikopter dan pesawat tempur membombardir wilayah satu persatu tanpa belas kasihan. Banyak yang mati. Mereka akan menembak siapapun yang bergerak, bahkan meski di dalam mobil mereka, mereka akan menembak Anda.”

Muhammad Abdul-Malek, seorang aktivis oposisi Libya yang berada di London setelah mengontak warga di Tripoli mengatakan, “Jet-jet tempur tempur Libya terbang rendah di atas ibukota pada malam hari sementara para penembak jitu juga ditempatkan di atap gedung-gedung, yang tampaknya dalam upaya menghentikan masuknya warga dari luar ibukota untuk bergabung dengan protes di Tripoli.”

Jaringan komunikasi ke ibukota telah diputus dan kini warga tidak bisa lagi menerima telepon dari luar negeri.

Julien Barnes-Dacey, seorang analis di di lembaga konsultan Control Risk di London menilai serangan udara tersebut merupakan indikasi akhir yang dekat bagi rezim Muammar Gaddafi.

Dikatakannya, “Ini benar-benar merupakan tanda akhir dan keputusasaan. Jika Anda membom ibukota negara Anda sendiri, maka sulit terbayangkan Anda akan dapat bertahan.” (IRIB/MZ)

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *